Braditi Moulevey Rajo Mudo: 350 Anggota IKM Ikuti Program Pulang Basamo IKM Jakarta

Jakarta – Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Jakarta menyelenggarakan mudik gratis bertajuk “Pulang Basamo 2025” bagi perantau-perantau yang ada di Jakarta. Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo, menjelaskan, program Pulang Basamo 2025 telah memberangkatkan 7 bus dengan peserta 350 orang perantau minang. Proses pelepasan keberangkatan program Pulang Basamo 2025 ini berlangsung di lapangan Masjid At-Tin, TMII, Jakarta Timur, pada Selasa (25/3/2025) pagi. “Alhamdulillah, pertama ini kita bisa memberangkatkan 350 pemudik dengan jumlah 7 bus, dengan tujuan itu Padang dan Kota Bukit Tinggi,” ujar sosok yang akrab disapa Levi tersebut. Levi berkomitmen, program Pulang Basamo ini akan menjadi program rutin yang digelar setiap tahunnya dengan terus berupaya meningkatkan bus dan jumlah pemudik. “Jadi karena ini perdana mungkin busnya nggak banyak. Insya Allah nanti ini akan kita bisa jadikan program tahunan dan insya Allah tahun depan bisa bertambah jumlah armadanya,” ujarnya. Levi menjelaskan, Pulang Basamo ini digelar sebagai bentuk melestarikan tradisi perantau minang yang selalu merayakan lebaran di Kampung Halaman. Pulang Basamo ini juga lebih mengutamakan orang minang yang mengalami kesulitan di tanah rantau dan sudah lama tidak pulang kampung. “Ada yang lapor ke kita itu lebih dari 10 tahun nggak pulang kampung. Ada yang anaknya masih kecil, sekarang anaknya sudah dewasa dan mereka Alhamdulillah bisa ikut Pulang Basamo ini,” katanya “Jadi kita bersyukur sekali-sekali. Dan memang karena terbatas kita nggak umumkan ke publik. Kita khususkan untuk seluruh anggota IKM, ataupun dunsanak kita yang sudah lama nggak pulang ke kampung,” sambungnya. Pada kesempatan tersebut, Levi juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor Pulang Basamo 2025, terutama Bank Nagari. Dengan adanya dukungan ini, ia berharap para perantau juga bisa lebih mengenal Bank Nagari. “Ini sinergi antara ranah dan rantau. Mudah-mudahan perantau-perantau yang ada di Jakarta juga mengenal Bank Nagari, jadi bukan hanya di Sumatera Barat, tapi juga di Jakarta maupun di daerah lain kenal dengan Bank Nagari,” tuturnya. (*)
Pendaftaran Ditutup, Program Pulang Basamo DPW IKM Jakarta Siap Berangkat 25 Maret

Jakarta – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Jakarta menggelar program Pulang Basamo 2025 untuk memfasilitasi perantau Minang di Jakarta yang ingin pulang kampung. Program ini diinisiasi langsung oleh Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo. Menurut Braditi Moulevey, program bus gratis ini akan diberangkatkan pada Selasa (25/3/2025) dari kawasan Masjid At-Tin, Jakarta Timur. “Kami menyiapkan 6 unit bus untuk program Pulang Basamo tahun ini,” ujar Braditi saat dihubungi, Sabtu (22/3/2025). Braditi mengungkapkan bahwa pendaftaran untuk program ini sudah ditutup karena keterbatasan jumlah bus. “Dikarenakan bus terbatas, penumpang dibatasi khusus anggota IKM di setiap masing-masing DPD dan DPC di Jakarta,” jelasnya. Program Pulang Basamo ini tidak diumumkan secara terbuka kepada publik karena memang dikhususkan bagi anggota IKM dengan kriteria tertentu. “Program ini diprioritaskan bagi anggota IKM yang sudah lama tidak pulang kampung atau perantau serta pelajar Minang yang benar-benar mengalami kesulitan untuk pulang ke kampung halaman merayakan lebaran,” terang Braditi. Dia menegaskan bahwa program Pulang Basamo 2025 merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai Ketua DPW IKM Jakarta. “Intinya, program Pulang Basamo IKM Jakarta 2025 ini memang merupakan tanggung jawab kami sebagai ketua DPW, mengusahakan bus pulang basamo bagi perantau Minang di Jakarta,” ungkapnya. Meski tahun ini jumlah bus masih terbatas, Braditi berjanji akan berupaya menambah armada untuk program serupa di tahun mendatang. “Insya Allah tahun depan kita akan usahakan lebih banyak lagi,” katanya. Braditi juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya program Pulang Basamo 2025. “Terima kasih bagi pihak yang membantu acara ini, seperti Bank Nagari dan pihak lainnya,” ucapnya. Program Pulang Basamo ini, katanya, merupakan wujud kepedulian DPW IKM Jakarta terhadap kesejahteraan perantau Minang di Ibu Kota. Dengan adanya fasilitas bus gratis, diharapkan dapat meringankan beban perantau Minang yang ingin pulang ke kampung halaman namun terkendala biaya transportasi. Meski pendaftaran untuk program tahun ini sudah ditutup, informasi mengenai program Pulang Basamo untuk tahun berikutnya dapat diketahui melalui pengumuman resmi dari DPW IKM Jakarta yang akan disampaikan kepada anggota di masing-masing DPD dan DPC. “Program ini juga menjadi salah satu bukti kuatnya ikatan kekeluargaan dalam komunitas perantau Minang di Jakarta, sekaligus menjadi sarana untuk terus menjaga hubungan dengan kampung halaman bagi para perantau,” tuturnya. (*)
Braditi Moulevey Rajo Mudo: Kajian Adat Minangkabau DPW IKM Jakarta di Surau akan Terus Dilanjutkan

Jakarta – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Jakarta menggelar acara kajian adat Minangkabau di Masjid atau Surau yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Minang di perantauan untuk memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai adat, khususnya terkait persoalan tanah ulayat dan pusako yang menjadi isu krusial bagi banyak perantau. Acara yang diselenggarakan pada Senin (17/3/2025) di Masjid IKM Al Furqan, Jalan Majelis nomor 19, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, berlangsung dari pukul 15.00 WIB hingga larut malam. Kajian yang semula direncanakan selesai sebelum Maghrib ternyata mendapat respons luar biasa dari peserta yang meminta perpanjangan waktu hingga pukul 23.00 WIB. Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo, mengatakan bahwa kajian adat ini merupakan implementasi nyata dari falsafah Minangkabau “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah” (ABS SBK) yang menegaskan bahwa adat Minangkabau berlandaskan pada syariat Islam, dan syariat Islam berlandaskan pada Kitabullah (Al-Quran). “Ini adalah kajian adat Minang yang pertama di Indonesia, sesuai dengan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Tujuannya adalah bagaimana orang Minang mempelajari adat Minang itu sendiri, sehingga atas alasan itulah kita menggelar kajian adat yang diselenggarakan di Masjid Al Furqan,” ujar Braditi. Kegiatan tersebut, katanya, tidak sebatas kajian adat, tetapi dirangkai dengan berbagai kegiatan religius dan sosial. Dimulai dengan salat Ashar berjamaah, dilanjutkan dengan kajian adat, buka puasa bersama, penyerahan bantuan untuk anak yatim dan duafa, salat Isya dan tarawih berjamaah, hingga kembali berlanjut dengan sesi kajian dan tanya jawab hingga larut malam. “Alhamdulillah, kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan baik. Acara diikuti oleh peserta dengan sangat antusias, mulai dari salat Ashar berjamaah, hingga dihadiri pejabat dari Pemprov Sumbar, juga dihadiri oleh Sekretaris Perusahaan (Sekper) Bank Nagari, Tasman beserta jajaran pimpinan cabang Bank Nagari di Jakarta dan juga oleh Bupati Solok serta tokoh masyarakat Minang yang ada di Jakarta,” papar Braditi. Antusiasme masyarakat mengikuti kajian adat terbukti dari durasi acara yang melebihi jadwal semula. “Tanpa disangka, kajian yang harusnya selesai setelah Ashar, ternyata para peserta menginginkan kajian lanjutan, sehingga setelah berbuka puasa ada penyerahan simbolis bantuan untuk anak yatim dan duafa berupa santunan, salat Isya dan tarawih. Peserta masyarakat IKM melanjutkan kajian hingga pukul 23.00 WIB, termasuk sesi tanya jawab,” ungkap Moulevey. Kajian adat ini mengangkat tema “Peran Mamak di Rantau”, yang membahas tentang bagaimana peran seorang paman dari garis keturunan ibu dalam struktur keluarga Minangkabau, khususnya dalam konteks masyarakat Minang yang merantau. Namun, diskusi berkembang pada persoalan-persoalan yang lebih spesifik, terutama terkait tanah ulayat dan tanah pusako. “Banyak persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat kita, seperti tanah ulayat atau tanah pusako. Ini yang menjadi fokus malam itu, bagaimana hampir seluruh masalah yang timbul dari para perantau Minang ini tentang banyaknya atau adanya tanah ulayat dan pusako mereka itu yang di kampung sekarang ditempati oleh orang luar, karena banyaknya saudara mereka yang di rantau, tidak ada keluarga yang di kampung,” kata Braditi Moulevey. Fenomena rumah gadang yang kosong dan tidak berpenghuni menjadi salah satu persoalan yang dibahas dalam kajian tersebut. “Sehingga, banyak terjadi rumah mewah, bagus, bagonjong, rumah gadang kosong namun tidak ada penghuni, karena penghuninya ada di rantau,” tambahnya. Pendampingan Hukum Adat Menyikapi berbagai persoalan tersebut, DPW IKM Jakarta berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan pendampingan hukum adat kepada masyarakat Minang di perantauan. “Di sinilah nantinya, ke depan DPW IKM Jakarta akan terus mensosialisasikan bersama-sama dengan tokoh-tokoh adat, seperti datuak-datuak penasihat ini memberikan edukasi mengenai hukum adat, tanah pusako, memberikan pendampingan dalam persoalan hukum adat, sebagaimana dalam hal ini tanah adat pusako dan juga mengenai tanah keluarga, pusako tinggi maupun randah,” katanya. Sebagai pembicara utama dalam kajian adat ini, DPW IKM Jakarta menghadirkan Dewan Penasihat DPW IKM Jakarta yang juga merupakan tokoh adat terkemuka, Duli Yang Mulia Pucuk Bulek Alam Minangkabau, Tengku Irwansyah, Angku Datuk Katumanggungan. Kehadiran tokoh adat ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai adat Minangkabau kepada peserta kajian. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kalangan IKM, seperti Sekjen DPP IKM, Nefri Hendri, jajaran pengurus DPW, DPD, dan DPC se-Jakarta, Bupati Solok, Jon Firman Pandu serta Kepala Badan Penghubung Pemprov Sumbar di Jakarta, Aschari Cahyaditama. “Kehadiran para pengurus ini menunjukkan komitmen kami dalam melestarikan dan menguatkan nilai-nilai adat Minangkabau di tengah masyarakat perantau,” kata Braditi. Penyelenggaraan kajian adat Minang ini merupakan bagian dari upaya DPW IKM Jakarta untuk memperkuat identitas dan nilai-nilai budaya Minangkabau di kalangan masyarakat perantau. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, pemahaman terhadap adat dan budaya leluhur menjadi semakin penting untuk mempertahankan jati diri dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun. “Jadi tentang adat, sosial dan agama, dapat semuanya dalam satu kegiatan. Di saat yang lain merencanakan kembali ke surau, IKM Jakarta telah berbuat, mengadakan acara di surau,” ujar Braditi dengan bangga. Selain kajian adat dan kegiatan religius, acara ini juga diwarnai dengan kegiatan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. “Kami juga memberikan santunan anak yatim dan dhuafa, jumlahnya sekitar 130 orang. Kemudian 100 santunan lainnya kami berikan di sejumlah kawasan Jakarta,” tambah Braditi. Kegiatan sosial ini, katanya, merefleksikan semangat berbagi dalam bulan Ramadan sekaligus menjalankan tanggung jawab sosial organisasi terhadap masyarakat yang membutuhkan. Melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar, DPW IKM Jakarta berencana untuk melanjutkan program kajian adat ini secara berkala. “Kegiatan ini menarik, kami akan terus melanjutkan, memberikan edukasi hukum adat dan juga pendampingan hukum adat,” tegas Braditi. Dengan semangat “Salam Badunsanak” yang berarti salam persaudaraan, DPW IKM Jakarta berharap acara ini dapat memperkuat tali silaturahmi antar masyarakat Minang di perantauan, sekaligus sebagai wadah untuk memperdalam pemahaman tentang adat dan budaya Minangkabau yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal. Braditi Moulevey Rajo Mudo kembali menekankan pentingnya kajian adat ini bagi masyarakat Minang. “Tujuannya adalah bagaimana orang Minang ini mempelajari adat Minang itu sendiri, seperti itulah dasarnya, sehingga atas dasar itulah kita menggelar kajian adat yang diselenggarakan di Masjid Al Furqan ini,” tuturnya. (*)
LIVE : PERAN MAMAK DIRANTAU

Live kajian adat Minangkabau dengna tema : PERAN MAMAK DIRANTAU
DPW IKM Jakarta Gelar Kajian Adat dan Bukber, Braditi Moulevey Rajo Mudo: Ini Kajian Adat Minang Pertama di Indonesia

Jakarta – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Jakarta menggelar acara kajian adat Minangkabau yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (17/3/2025) di Masjid IKM Al Furqan, Jalan Majelis nomor 19, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai dan disiarkan secara Live Streaming di Kanal YouTube IKM. Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo, menjelaskan bahwa kajian adat ini merupakan implementasi dari falsafah Minangkabau yang terkenal, yaitu Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS SBK). Falsafah ini menegaskan bahwa adat Minangkabau berlandaskan pada syariat Islam, dan syariat Islam berlandaskan pada Kitabullah (Al-Quran). “Ini adalah kajian adat Minang yang pertama di Indonesia, sesuai dengan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Tujuannya adalah bagaimana orang Minang ini mempelajari adat Minang itu sendiri, seperti itulah dasarnya, sehingga atas alasan itulah kita menggelar kajian adat yang diselenggarakan di Masjid Al Furqan,” ujar Braditi Moulevey. Acara ini tidak hanya sebatas kajian adat, tetapi juga dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama dan diakhiri dengan salat tarawih berjamaah. Menurut Braditi Moulevey, penyelenggaraan kajian adat bersamaan dengan momentum Ramadhan ini memiliki makna tersendiri sebagai bentuk penguatan nilai-nilai Islam yang menjadi landasan adat Minangkabau. Kajian adat tersebut akan mengangkat tema “Peran Mamak di Rantau”, yang membahas tentang bagaimana peran seorang paman dari garis keturunan ibu dalam struktur keluarga Minangkabau, khususnya dalam konteks masyarakat Minang yang merantau. “Dalam sistem matrilineal Minangkabau, mamak memiliki tanggung jawab penting dalam membimbing keponakan dan menjaga keberlangsungan nilai-nilai adat,” katanya. Sebagai pembicara utama dalam kajian adat ini, DPW IKM Jakarta menghadirkan Dewan Penasihat DPW IKM Jakarta yang juga merupakan tokoh adat terkemuka, Duli Yang Mulia Pucuk Bulek Alam minangkabau, Tengku Irwansyah, Angku Datuk Katumanggungan. Kehadiran tokoh adat ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai adat Minangkabau kepada peserta kajian. Acara ini dipastikan akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kalangan IKM, di antaranya Ketua Harian DPP IKM, H Andre Rosiade, jajaran pengurus DPW, DPD, dan DPC se-Jakarta. “Kehadiran para pengurus ini menunjukkan komitmen kami dalam melestarikan dan menguatkan nilai-nilai adat Minangkabau di tengah masyarakat perantau,” katanya. Tidak hanya kajian adat dan buka puasa bersama, acara ini juga akan diwarnai dengan kegiatan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. “Insya Allah juga akan ada santunan anak yatim dan dhuafa, jumlahnya sekitar 130 orang,” tambah Braditi. Kegiatan sosial ini, katanya, merefleksikan semangat berbagi dalam bulan Ramadhan sekaligus menjalankan tanggung jawab sosial organisasi terhadap masyarakat yang membutuhkan. DPW IKM Jakarta melalui akun resminya juga mengajak seluruh keluarga besar IKM dan masyarakat Minang di Jakarta untuk hadir dalam acara ini. “Hadiri Buka Puasa Bersama Keluarga Besar DPW IKM Jakarta serta ceramah Kajian Adat bersama Dewan Penasehat DPW IKM Jakarta,” demikian tertulis dalam undangan yang disebarkan melalui media sosial dengan tagar #ikatankeluargaminang. Penyelenggaraan kajian adat Minang ini, kata Moulevey, merupakan bagian dari upaya DPW IKM Jakarta untuk memperkuat identitas dan nilai-nilai budaya Minangkabau di kalangan masyarakat perantau. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, pemahaman terhadap adat dan budaya leluhur menjadi semakin penting untuk mempertahankan jati diri dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dalam penutup keterangannya, Braditi Moulevey Rajo Mudo kembali menekankan pentingnya kajian adat ini bagi masyarakat Minang. “Tujuannya adalah bagaimana orang Minang ini mempelajari adat Minang itu sendiri, seperti itulah dasarnya, sehingga atas alasan itulah kita menggelar kajian adat yang diselenggaran di Masjid Al Furqan dan sekaligus nanti buka bersama dan diakhiri dengan salat tarawih berjamaah,” ujarnya. Dengan semangat “Salam Badunsanak” yang berarti salam persaudaraan, DPW IKM Jakarta berharap acara ini dapat memperkuat tali silaturahmi antar masyarakat Minang di perantauan. “Sekaligus sebagai wadah untuk memperdalam pemahaman tentang adat dan budaya Minangkabau yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal,” tuturnya. (*)
Braditi Moulevey Rajo Mudo Pimpin Pembagian 1.090 Paket Takjil di Jakarta Selatan

Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo, memimpin pembagian lebih dari seribu paket takjil kepada warga di wilayah Jakarta Selatan pada Jumat (14/3/2025) usai pulang dari ibadah umrah. Kegiatan yang digelar menjelang berbuka puasa ini merupakan bagian dari program berbagi selama bulan Ramadan 1446 Hijriah. Bertempat di Sekretariat DPD IKM Jakarta Selatan dan sepanjang Jalan Raya Ulu Jami, Jakarta Selatan, sebanyak 1.090 paket takjil didistribusikan kepada masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri oleh jajaran pengurus DPD IKM Jakarta Selatan, tetapi juga melibatkan pengurus DPC IKM se-Jakarta Selatan, Bundo Kanduang, serta perwakilan dari DPW IKM Jakarta. “Ini merupakan program yang sangat luar biasa. Kekompakan pengurus IKM se-Jakarta Selatan bisa dijadikan contoh dan motivasi untuk pengurus IKM lainnya di Jakarta,” kata Braditi Moulevey Rajo Mudo dalam sambutannya. Ketua DPW IKM Jakarta ini juga menekankan pentingnya berbagi di bulan suci Ramadan. “Dengan adanya program berbagi takjil ini, kami berharap bisa sedikit banyak membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya. Kegiatan pembagian takjil ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Para pengendara yang melintas di Jalan Raya Ulu Jami terlihat antusias menerima bantuan takjil yang dibagikan oleh para relawan IKM. Begitu pula dengan warga sekitar yang telah menunggu di sekitar lokasi pembagian sejak sore hari. Acara pembagian takjil ini juga menjadi ajang silaturahmi antar pengurus IKM di berbagai tingkatan. Terlihat keakraban antara pengurus DPW, DPD, hingga DPC yang bersama-sama turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat. “Program berbagi takjil ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh DPW IKM Jakarta selama bulan Ramadan,” katanya. Sebelumnya, organisasi ini juga telah menggelar berbagai kegiatan sosial lainnya seperti santunan anak yatim dan pembagian sembako untuk masyarakat kurang mampu. Braditi Moulevey Rajo Mudo berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan diperluas jangkauannya pada masa-masa mendatang. “Semoga program berbagi ini bisa menjadi tradisi yang berkelanjutan, tidak hanya di bulan Ramadan tetapi juga di hari-hari biasa,” harapnya. DPD IKM Jakarta Selatan, katanya, merencanakan untuk melanjutkan program berbagi takjil ini hingga akhir bulan Ramadan. Menurut informasi yang dihimpun, pembagian takjil akan dilakukan secara bergilir di beberapa titik strategis di wilayah Jakarta Selatan. “Kegiatan sosial yang kami prakarsai ini diharapkan dapat menginspirasi organisasi-organisasi serupa untuk turut berperan aktif dalam membantu masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan,” tuturnya. (*)
Kolaborasi IKM Jakarta dan STIKes Bhakti Husada Cikarang Wujudkan Layanan Kesehatan Gratis

Jakarta – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Jakarta berkolaborasi dengan PT Fauzi Medical dan STIKes Bhakti Husada Cikarang sukses menyelenggarakan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis di kawasan Meruya, Jakarta Barat, Minggu (23/2/2025). Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo mengungkapkan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. “Alhamdulillah, bakti sosial yang kami selenggarakan berjalan dengan sukses. Ratusan peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari cek gula darah, kolesterol, asam urat, hingga konsultasi kesehatan,” ujarnya. Rektor STIKes Bhakti Husada Cikarang, Zuriati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi program kerja dari Wakil Ketua yang membawahi Biro Kesehatan dan Biro Pendidikan. “Kami fokus memberikan yang terbaik untuk masyarakat tanpa memandang status perantau atau bukan. Keberadaan IKM harus dapat bermanfaat bagi semua orang,” katanya. Acara yang dihadiri sekitar 100 peserta ini semakin meriah dengan pembagian doorprize yang diserahkan langsung oleh DPW IKM Jakarta kepada peserta. Perwakilan dari DKM dan IKM Jakarta Barat turut hadir dalam kegiatan tersebut. “Ke depan, kami telah merencanakan program sunatan massal. Selain itu, kami juga akan memberikan bantuan kursi roda untuk masyarakat setempat,” tambah Zuriati yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Pendidikan dan Tenaga Kerja DPW IKM Jakarta. Layanan pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Tim medis yang bertugas merupakan kolaborasi antara tenaga kesehatan dari STIKes Bhakti Husada Cikarang dengan dukungan peralatan medis dari PT Fauzi Medical. Kegiatan bakti sosial ini menjadi bukti nyata komitmen IKM Jakarta dalam memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Meruya yang menjadi salah satu lokasi komunitas perantau Minang di Jakarta Barat. (*)
Braditi Moulevey Rajo Mudo: Andre Rosiade Calon Terkuat Pimpin IKM Periode 2025-2030

Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo mengatakan, seluruh DPW IKM se-Indonesia sepakat mendukung Anggota DPR RI, H Andre Rosiade pada Musyawarah Nasional (Munas) DPP IKM. Munas DPP IKM, katanya, akan dilaksanakan pada akhir April 2025 jika tak ada aral melintang dengan tuan rumah pelaksanaan Munas adalah di Jakarta. “Seluruh DPW IKM se-Indonesia sepakat mendukung H Andre Rosiade sebagai Ketua Umum DPP IKM periode 2025-2030 pada Munas akhir bulan April 2025 mendatang,” kata Braditi Moulevey Rajo Mudo. Pria asal Kota Padang itu menyatakan, sosok H Andre Rosiade diyakini kuat mampu untuk menjadi Ketua Umum DPP IKM karena sudah lama berkutat di organisasi tersebut dan salah satu perintis dari IKM. “Sehingga beliau bukan orang atau wajah baru yang muncul di IKM dan ujug-ujug langsung maju menjadi Ketua Umum DPP IKM. Saat ini posisi beliau di DPP IKM adalah sebagai Ketua Harian,” katanya. Pimpinan DPW IKM se-Indonesia, kata Moulevey, berharap Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu melanjutkan kepemimpinan Fadli Zon yang segera berakhir. Mayoritas pimpinan DPW IKM seluruh Indonesia mendeklarasikan dukungan kepada Andre Rosiade untuk menjadi calon Ketua Umum DPP IKM periode 2025-2030 pada Munas akhir April 2025. “Deklarasi dukungan itu telah digelar di Hotel Santika Slipi Jakarta, Rabu (19/2/2025) lalu yang menyatakan mendukung penuh bang Andre Rosiade menjadi pucuk pimpinan IKM,” katanya. Pada Kamis (20/2/2025), para Ketua DPW IKM ini kembali melakukan deklarasi Andre Rosiade menjadi calon tunggal Ketua Umum DPP IKM 2025-2030. Mereka melihat tidak ada kandidat lain yang lebih layak memimpin IKM periode selanjutnya. “Insya Allah, Pak Andre Rosiade akan menjadi calon tunggal dalam Munas 2025 ini. Hal ini merupakan keinginan semua pengurus DPW IKM tingkat provinsi dan DPD IKM di Kabupaten dan Kota. Insya Allah, Andre Rosiade akan melanjutkan kejayaan IKM yang selama ini dipimpin Pak Fadli Zon,” katanya. “Beliau juga mendukung penuh bang Andre Rosiade menjadi Ketua Umum DPP IKM periode 2025-2030 dan mendukung kaderisasi di tubuh IKM,” sambung Braditi Moulevey. Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas IKM Irman Gusman mengaku setuju Andre Rosiade menjadi calon tunggal. Irman juga menyampaikan dukungan agar Andre Rosiade menjadi Ketua Umum IKM Periode 2025-2030. Senada dengan Irman, Ketua Umum DPP IKM Fadli Zon juga mendukung penuh hal ini. Menteri Kebudayaan RI itu mengaku sepakat jika Andre dijadikan kandidat calon ketum. “Untuk keberlangsungan organisasi lebih baik, kita semua mendukung Andre Rosiade melanjutkan tampuk kepemimpinan IKM,” kata Waketum DPP Gerindra ini. Dihubungi terpisah, Andre Rosiade mengaku siap menerima amanah jika diberikan sebagai ketua DPP IKM. Apalagi, kata Andre, pihaknya sudah bertemu dengan mayoritas ketua DPW IKM pada sebuah acara silaturahim. “Terima kasih atas dukungan semua pengurus IKM kepada kami. Insya Alllah kami siap menerima amanah dan akan melanjutkan kepemimpinan Pak Fadli Zon dengan baik. Mohon doa dan dukungannya,” kata Andre Rosiade yang saat ini menjabat Ketua Harian DPP IKM. (*)
Andre Rosiade Resmi Menyatakan Kesiapan Menjadi Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang

Oleh : Dr Hendra Putra, MH.,MBA Anggota DPR RI, H Andre Rosiade, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM). Dengan pengalaman luas dalam kepemimpinan dan dedikasi terhadap kemajuan masyarakat Minangkabau, Andre berkomitmen membawa IKM menjadi organisasi yang lebih modern, inklusif, dan berdaya guna bagi seluruh warga Minang di ranah dan rantau. H Andre Rosiade adalah tokoh politik dan pengusaha asal Sumatera Barat yang telah lama aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan ekonomi untuk kemajuan masyarakat Minangkabau. Lahir di Padang, Sumatera Barat, Andre dikenal sebagai sosok yang vokal dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, baik di tingkat daerah maupun nasional. Saat ini, ia menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra dan memiliki rekam jejak yang kuat dalam bidang ekonomi, pembangunan daerah, serta advokasi kebijakan publik. Sebagai anggota DPR RI, Andre Rosiade telah banyak berkontribusi dalam berbagai program yang berdampak positif bagi masyarakat Sumatera Barat dan diaspora Minang, antara lain: – Mendorong pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat, termasuk peningkatan akses jalan dan fasilitas umum. – Memperjuangkan kesejahteraan ekonomi warga Minang, khususnya dalam pengembangan UMKM dan sektor perdagangan. – Menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak pandemi dan bencana alam di Sumatera Barat. – Memfasilitasi penguatan jejaring bisnis dan investasi bagi perantau Minang di berbagai sektor ekonomi. – Menginisiasi berbagai program pelatihan dan pendidikan bagi generasi muda Minangkabau. Andre Rosiade mengusung visi “Mewujudkan Ikatan Keluarga Minang sebagai organisasi yang kuat, bersatu, modern, dan berdaya guna untuk kemajuan masyarakat Minangkabau di ranah dan rantau melalui digitalisasi, penguatan ekonomi, serta jejaring politik dan budaya.” Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menetapkan misi utama: 1. Memperkuat solidaritas dan persatuan masyarakat Minang di seluruh Indonesia dan dunia. 2. Meningkatkan kesejahteraan ekonomi dengan program UMKM dan investasi. 3. Memperluas akses pendidikan dan kesejahteraan sosial bagi warga Minang. 4. Melestarikan dan mempromosikan budaya Minangkabau di tingkat nasional dan internasional. 5. Memperluas jaringan politik, ekonomi, dan bisnis untuk meningkatkan peran strategis warga Minang. 6. Membangun sistem digitalisasi keanggotaan untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi. 7. Mendirikan sekretariat IKM di pusat dan mendorong pembangunan sekretariat daerah guna memperkokoh peran organisasi. Sebagai bagian dari komitmennya, Andre Rosiade telah menyiapkan sejumlah program unggulan untuk memperkuat eksistensi IKM, di antaranya: – Digitalisasi IKM: Pembuatan aplikasi “IKM Digital” untuk database keanggotaan, informasi kegiatan, dan peluang bisnis warga Minang. – Program “Minang Berdaya” untuk pelatihan kewirausahaan dan dukungan UMKM Minang. – Beasiswa “Cendekia Minang” sebagai program bantuan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. – Festival Budaya Minangkabau untuk memperkenalkan serta melestarikan seni dan tradisi Minang. – Pembangunan Sekretariat IKM di Jakarta dan daerah guna meningkatkan koordinasi dan pelayanan bagi anggota. – Jaringan Minang Global untuk memperkuat koneksi bisnis dan sosial diaspora Minang di berbagai negara. – IKM Peduli sebagai inisiatif bantuan sosial dan kemanusiaan bagi warga Minang yang membutuhkan. Andre Rosiade menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat, inovatif, dan berbasis digital sangat dibutuhkan agar IKM bisa menjadi organisasi yang lebih berdaya guna. Dengan pengalaman panjangnya dalam dunia politik, ekonomi, dan sosial, Andre Rosiade siap membawa IKM ke level yang lebih tinggi, tidak hanya sebagai wadah persatuan, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam kemajuan warga Minang di berbagai sektor. (*)
LBH IKM Jakarta Resmi Dibentuk, Siap Berikan Bantuan Hukum untuk Perantau Minang

Jakarta – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) mengambil langkah strategis dengan meresmikan pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang secara khusus akan melayani kebutuhan hukum masyarakat perantau Minang di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Peresmian struktur kepengurusan LBH IKM Jakarta ini dilaksanakan pada Sabtu (15/2/2025) malam. “Pembentukan lembaga bantuan hukum ini merupakan inisiatif yang diambil untuk memperkuat pelayanan dan perlindungan hukum bagi masyarakat Minang yang tengah merantau di Ibu Kota,” kata Wakil Ketua DPW IKM Jakarta, H Yusrizal Sutan Makmur. LBH IKM Jakarta yang beroperasi sebagai unit di bawah naungan Biro Hukum DPW IKM DKI Jakarta, katanya, memiliki tiga tujuan utama dalam pelaksanaan tugasnya. Pertama, LBH IKM berkomitmen untuk memberikan pendampingan hukum kepada perantau Minang yang menghadapi permasalahan hukum. Kedua, lembaga ini akan secara aktif mengajak para advokat dan pengacara berdarah Minang untuk berkontribusi dalam memberikan pendampingan hukum kepada warga Minang. Ketiga, LBH IKM akan fokus pada upaya edukasi dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang aspek-aspek hukum kepada masyarakat perantau Minang. “Dalam rangka memaksimalkan pelayanannya, LBH IKM Jakarta akan beroperasi di kantor yang berlokasi strategis, terpisah dari kantor Sekretariat Utama IKM,” katanya. “Kantor LBH ini akan berlokasi tidak jauh dari Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Timur, untuk memudahkan akses bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum,” sambungnya. Sementara itu, Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo mengatakan, LBH tersebut akan diisi oleh para profesional hukum yang memiliki latar belakang atau berdarah Minangkabau. “Kehadiran para advokat dan pengacara berdarah Minang ini diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih efektif dengan masyarakat perantau Minang yang membutuhkan bantuan hukum, mengingat adanya kesamaan latar belakang budaya dan bahasa,” katanya. Dengan dibentuknya LBH IKM Jakarta, dirinya berharap masyarakat perantau Minang di Jakarta dan sekitarnya dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap bantuan hukum. “Serta mendapatkan pendampingan yang komprehensif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan hukum yang mungkin dihadapi,” tuturnya. (*)