Braditi Moulevey Rajo Mudo: Munas I IKM Undang Gubernur dan Wagub Sumbar

Jakarta – Ikatan Keluarga Minang (IKM) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) I pada 22-24 Mei 2025 di Hotel Santika, Jakarta. Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi-Vasko Ruseimy diundang secara resmi untuk hadir dalam acara bersejarah bagi organisasi tersebut. “Kami mengundang secara resmi Gubernur dan Wagub Sumbar dalam kegiatan Munas I IKM,” Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo, saat diwawancarai pada Senin (19/5/2025). Moulevey menjelaskan bahwa persiapan penyelenggaraan Munas I IKM telah memasuki tahap final dengan tingkat kesiapan mencapai 99 persen. DPW IKM Jakarta sebagai tuan rumah telah berkolaborasi dengan event organizer (EO) untuk memastikan kelancaran pelaksanaan acara tersebut. “Persiapan sudah hampir sempurna. Kami hanya perlu melakukan sentuhan akhir pada beberapa aspek untuk memastikan seluruh peserta merasa nyaman selama kegiatan berlangsung,” terang Moulevey. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum penting untuk merumuskan arah kebijakan dan strategi organisasi untuk lima tahun ke depan. Ketua Umum DPP IKM periode sebelumnya yang kini menjabat sebagai Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, direncanakan hadir dalam acara tersebut. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan arahan strategis dan wawasan berharga bagi perkembangan organisasi. “Kami berharap Pak Fadli Zon dapat memberikan sambutan dan wejangan untuk kepengurusan baru. Beliau telah menyampaikan akan fokus pada tugasnya sebagai Menbud setelah periode kepemimpinannya di IKM berakhir,” jelas Moulevey. Andre Rosiade Mencalonkan Diri Hingga saat ini, nama yang telah resmi mengajukan diri sebagai calon Ketua DPP IKM periode 2025-2030 adalah H Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Harian DPP IKM. “Sampai saat ini, baru Pak Andre Rosiade yang telah menyatakan kesediaan mencalonkan diri sebagai Ketua DPP IKM periode 2025-2030. Namun, kami tetap membuka peluang bagi kader lain yang berminat untuk turut berkontestasi,” ujar Moulevey. Politisi asal Sumbar ini dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan dan jaringan yang luas, yang sangat dibutuhkan untuk memajukan organisasi di masa mendatang. Munas I IKM akan diisi dengan berbagai kegiatan penting, termasuk rapat pleno, penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pemaparan visi dan misi dari calon ketua, serta proses pemilihan Ketua Umum DPP periode 2025-2030. “Munas ini juga akan menjadi ajang silaturahmi yang berharga bagi pengurus dan anggota IKM dari berbagai daerah,” tambah pria yang akrab disapa Levi tersebut. Sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis kultural, IKM memiliki peran strategis dalam melestarikan nilai-nilai budaya Minangkabau serta membangun jaringan yang solid antar perantau Minang di seluruh Indonesia. “IKM berkomitmen untuk menjaga dan mengembangkan identitas kultural Minangkabau, sekaligus memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antar warga Minang di berbagai wilayah,” jelas Moulevey. Braditi Moulevey Rajo Mudo meyakini bahwa Munas I IKM akan berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi pengembangan organisasi. “Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, IKM siap melangkah ke babak baru dalam sejarah organisasinya,” tuturnya. (*)
Berbagi Kebahagiaan di Hardiknas, DPW IKM Jakarta dan Padang TV Ajak 50 Anak Panti Asuhan Nonton Film Animasi Jumbo

Padang – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Jakarta mengadakan kegiatan nonton bareng film animasi “Jumbo” bersama sekitar 50 anak dari Panti Asuhan Sayyidah Adawiyah di kawasan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Acara yang diselenggarakan di Bioskop CGV Padang pada Jumat (2/5/2025) ini merupakan hasil kolaborasi antara DPW IKM Jakarta dengan Padang TV. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo yang akrab disapa Uda Levi. “Kegiatan nonton bareng ini merupakan bentuk apresiasi kami terhadap karya anak bangsa sekaligus memperkenalkan film animasi berkualitas kepada generasi muda, khususnya anak-anak yang kurang beruntung,” ungkap Braditi Moulevey Rajo Mudo kepada awak media pada Jumat (2/5/2025). Pemilihan film animasi “Jumbo” bukan tanpa pertimbangan. Film karya sutradara berdarah Minangkabau ini dipilih karena mengandung pesan moral dan pendidikan yang relevan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh tepat pada 2 Mei setiap tahunnya. Dalam kesempatan tersebut, Braditi Moulevey juga memberikan sambutan langsung di hadapan seluruh peserta. “Saya sangat senang bisa berbagi kebahagiaan dengan anak-anak Panti Asuhan Sayyidah Adawiyah melalui film animasi karya anak bangsa,” kata Braditi. Tidak hanya mengajak anak-anak panti menonton film, DPW IKM Jakarta juga memberikan bantuan dana sebesar Rp5 juta pada saat mengunjungi langsung panti asuhan tersebut. “Panti asuhan ini membutuhkan perhatian lebih, baik dari Pemerintah Kota (Pemko) Padang maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar Sumbar,” tegas Braditi. Menurut Braditi Moulevey, DPW IKM Jakarta tidak sekadar menjadi wadah bagi para perantau Minang. Organisasi ini memiliki peran strategis dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas guna menyongsong Indonesia Emas 2045. “Kegiatan seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap karya anak bangsa, serta menginspirasi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas mereka di bidang seni dan animasi,” tambahnya. DPW IKM Jakarta, katanya, berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin untuk memperkenalkan berbagai karya seni dan budaya Indonesia, khususnya yang berasal dari Minangkabau, kepada masyarakat luas. “Ini juga merupakan bentuk komitmen kami yang berada di perantauan untuk tetap menjaga hubungan dengan ranah (kampung halaman). Karena itu, kami akan selalu hadir di tengah masyarakat,” katanya. Sebagai pegiat seni dan budaya Minangkabau, Braditi Moulevey Rajo Mudo menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendukung kegiatan yang memadukan unsur pendidikan, hiburan, dan kepedulian sosial ini. “Acara nonton bareng tersebut menjadi bukti nyata bagaimana organisasi perantau dapat berkontribusi positif tidak hanya bagi anggotanya tetapi juga bagi masyarakat di kampung halaman,” tuturnya. (*)
Braditi Moulevey Rajo Mudo Undang Irman Gusman Buka Turnamen Golf IKM, Perkuat Silaturahmi Politik dan Organisasi

Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo menggelar pertemuan silaturahmi dengan Ketua Dewan Penasehat DPP IKM, Irman Gusman yang juga merupakan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Sumatera Barat (Sumbar). Dalam pertemuan tersebut, selain mempererat hubungan baik, Braditi Moulevey juga mengundang Irman Gusman untuk membuka acara turnamen golf IKM yang akan diselenggarakan di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (27/4/2025). Pertemuan yang berlangsung hangat ini menjadi ajang bagi Braditi untuk berdiskusi mengenai berbagai hal penting dengan senior politik yang diakuinya memiliki pengalaman luas dalam bidang kepemimpinan. “Sosok Irman Gusman merupakan senior dalam dunia perpolitikan, banyak pelajaran yang bisa diambil dari beliau dan banyak hal baik yang patut untuk dicontoh,” ungkap Braditi, Sabtu (26/4/2025). Dalam kesempatan tersebut, Braditi menyampaikan kekagumannya terhadap prestasi Irman Gusman yang berhasil terpilih sebagai Senator melalui proses Pemungutan Suara Ulang (PSU). Berkat PSU tersebut, Irman diklaim telah berhasil membawa anggaran sekitar Rp400 miliar ke Sumbar. “Beliau merupakan Senator yang luar biasa dan hebat. Melalui perjuangannya dalam PSU, Irman Gusman berhasil membawa uang dari pusat sekitar Rp400 miliar untuk kepentingan masyarakat Sumbar,” kata Braditi. Momen istimewa lainnya dalam pertemuan tersebut adalah ketika Irman Gusman memberikan buku yang berisi perjalanan dan perjuangannya kepada Braditi Moulevey Rajo Mudo. Buku yang belum diedarkan secara komersial di pasaran ini menjadi hadiah berharga bagi Ketua DPW IKM Jakarta tersebut. “Saya beruntung telah memiliki buku beliau yang berjudul Jejak Sang Petarung dan belum diedarkan di pasaran. Ini akan menjadi bacaan yang berharga untuk saya pelajari lebih dalam mengenai pengalaman dan pemikiran beliau,” ujar Braditi. Diskusi keduanya juga mencakup kondisi terkini Sumbar dan berbagai tantangan yang dihadapi di daerah tersebut. Pertemuan silaturahmi ini diakhiri dengan pernyataan dukungan dari Irman Gusman terhadap langkah politik yang akan diambil Braditi Moulevey Rajo Mudo ke depannya. “Beliau menyatakan siap memberikan dukungan penuh terhadap setiap langkah politik yang akan saya ambil di masa mendatang,” katanya. Kegiatan silaturahmi ini, kata pria asal Kota Padang tersebut menunjukkan pentingnya membangun jaringan dan konsolidasi internal dalam organisasi IKM. “Sekaligus membuka peluang kerja sama dan dukungan dalam berbagai kegiatan termasuk turnamen golf yang akan segera diselenggarakan di Sentul pada hari Minggu ini,” tuturnya. (*)
Program Inovatif Braditi Moulevey Rajo Mudo untuk Kesejahteraan Masyarakat Minang

Padang – Memperkuat koordinasi antara perantau Minang dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menggerakkan perekonomian Sumatera Barat (Sumbar) di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi. Potensi besar yang dimiliki provinsi ini, mulai dari kekayaan alam hingga sumber daya manusia yang tersebar di berbagai pelosok negeri, dapat dimaksimalkan melalui kolaborasi yang efektif antara Ranah dan Rantau. Hal ini mencuat dalam dialog yang digelar Detak Sumbar Padang TV dengan tema “Sinergi Ranah-Rantau, Gerakkan Ekonomi Sumbar” pada Selasa (22/4/2025). Dialog tersebut menghadirkan beberapa narasumber utama, di antaranya Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi, Ketua DPW Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo, Ekonom Universitas Negeri Padang (UNP) Doni Satria, dan pelaku ekonomi Muhammad Zuhrizul. Dalam kesempatan tersebut, Braditi Moulevey Rajo Mudo memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan IKM Jakarta untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Minang. Salah satu program unggulan yang rutin dijalankan selama tiga tahun terakhir adalah pemulangan perantau secara gratis saat momentum Lebaran. “Pada beberapa waktu lalu, kami memulangkan dengan program Bus Gratis untuk 350 perantau Minang agar bisa berlebaran di Sumbar. Kemudian juga dari DPP IKM melalui Andre Rosiade dengan jumlah 250 bus dengan total perantau mencapai 12.500 orang,” ungkap Braditi. Program ini dinilai memberikan multiplier effect yang signifikan bagi ekonomi kampung halaman, karena mendorong perputaran uang selama musim Lebaran. Tak hanya program pemulangan perantau, IKM juga terus mengadakan kegiatan dan program yang bermanfaat untuk Ranah dan Rantau. Braditi menyoroti kontribusi Ketua Harian DPP IKM dan Anggota DPR RI, H Andre Rosiade untuk Sumbar. Beberapa pencapaian yang disebutkan antara lain realisasi pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Pasar Raya Fase VII Padang, serta program-program kelistrikan dan pengadaan sinyal telekomunikasi di wilayah-wilayah yang sebelumnya belum terjangkau. Salah satu terobosan yang sedang diupayakan IKM Jakarta adalah menjalin kerjasama dengan Bank Nagari untuk memfasilitasi berbagai program ekonomi yang menghubungkan perantau dengan masyarakat di kampung halaman. Braditi mengungkapkan bahwa jumlah perantau Minang di Jakarta berdasarkan data statistik mencapai 10 hingga 15 persen dari total populasi. “Jika penduduk Jakarta 15 juta, berarti ada sekitar 1,5 juta orang Minang di Jakarta. Kami di IKM terdiri dari berbagai macam latar belakang, yang didominasi berprofesi sebagai pedagang,” jelasnya. Sektor utama yang menjadi fokus kerjasama adalah industri rumah makan Padang yang sangat populer di perantauan. IKM Jakarta saat ini sedang melakukan penjajakan kerjasama dengan Bank Nagari dan sektor pertanian di Sumbar, khususnya untuk pasokan beras Solok yang terkenal dengan kualitas dan rasanya yang khas. “Selama ini kendala yang ada dari data yang kami miliki, beras Solok ini distribusinya hanya lancar 1-2 bulan. Memasuki bulan ketiga dan seterusnya, berasnya terpaksa dicampur dengan beras lain, sehingga kepastian distribusi barang ini terganggu,” papar Braditi. Untuk mengatasi masalah tersebut, IKM Jakarta berinisiatif mendata rumah makan Padang di Jakarta yang berminat menggunakan beras Solok, lalu bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat. Braditi mengungkapkan bahwa dia telah bertemu dengan Bupati Solok, Jon Firman Pandu, yang menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi informasi mengenai penggilingan padi (heler) yang dapat menyuplai beras berkualitas standar sesuai permintaan pasar. “Untuk itu kita data, dengan jumlah yang cukup besar dan rumah makan yang banyak juga akan mempermudah distribusi. Kita juga bisa membantu rumah makan berskala kecil dan menengah ke bawah. Kalau mereka membeli sendiri itu mahal, berat di ongkos. Namun, jika kita kumpulkan dan beli dalam jumlah besar, tentu ongkosnya akan jauh lebih ringan,” jelasnya. Braditi juga memaparkan rencana skema pembiayaan untuk mendukung program tersebut. Dalam hal ini, Bank Nagari akan berperan penting sebagai lembaga yang menalangi pembelian beras dalam jumlah besar. “Hal tersebut sudah saya bicarakan dengan Bupati Solok, termasuk dengan Bank Nagari. Jadi rumah makan itu ditalangi terlebih dahulu oleh Bank Nagari, nanti rumah makan akan menggunakan QRIS Bank Nagari, dan uang konsumen itu mengalir ke Bank Nagari,” ungkapnya. Menurutnya, mekanisme ini sangat relevan dengan tren transaksi saat ini yang semakin mengarah pada sistem non-tunai seperti mobile banking, QRIS, dan transfer. Dengan demikian, akan tercipta siklus ekonomi yang menguntungkan bagi petani di Sumbar. “Ini akan berputar dan tentunya kita harap bisa jadi pemasukan bagi masyarakat di Sumbar. Ini baru satu sektor, di pertanian. Terkait sektor lain, seperti pariwisata dan lain-lainnya, tentunya akan kami kembangkan secara bertahap,” tuturnya. (*)
Braditi Moulevey Rajo Mudo Pimpin Audiensi DPW IKM Jakarta dengan Wakapolda Beristrikan Orang Minang

Jakarta – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta yang dipimpin oleh Braditi Moulevey Rajo Mudo mengadakan pertemuan dengan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Metro Jaya, Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy pada Selasa (15/4/2025). Audiensi ini diselenggarakan sebagai upaya membangun komunikasi antara organisasi perantau Minang dengan institusi kepolisian. Dalam pertemuan tersebut, Braditi menegaskan komitmen IKM Jakarta untuk bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polda Metro Jaya. “Kami sebagai organisasi perantau Minang siap berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib,” ujar Braditi. Hal menarik dari pertemuan ini terungkap ketika diketahui bahwa Brigjen Pol Djati memiliki ikatan kuat dengan Ranah Minang. Wakapolda Metro Jaya tersebut ternyata memiliki istri yang berasal dari Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Tidak hanya itu, pada awal kariernya di Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Djati juga pernah menjabat sebagai Kapolsek di Polsek Padang Timur. Momentum pertemuan ini juga dimanfaatkan oleh Braditi Moulevey Rajo Mudo beserta jajaran DPW IKM Jakarta untuk mengajak Wakapolda Metro Jaya mendukung pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) DPP IKM yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Mei 2025. Mereka juga mengundang Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy untuk hadir pada acara penting tersebut. “Kami berharap Bapak Wakapolda dapat memberikan dukungan dan kehadirannya pada Munas DPP IKM mendatang, mengingat kedekatan beliau dengan Sumbar,” kata Braditi. Munas DPP IKM tahun ini menjadi momen penting karena akan mengagendakan pemilihan Ketua Umum DPP IKM periode 2025-2030 di salah satu hotel berbintang Jakarta. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, H Andre Rosiade disebut-sebut sebagai calon kuat untuk menggantikan posisi Fadli Zon yang telah menyelesaikan masa jabatannya. Hubungan emosional Brigjen Djati dengan Sumbar tidak hanya karena memiliki istri dari Padang, tetapi juga karena pengalaman kariernya di wilayah tersebut. Hal ini menjadikan Wakapolda Metro Jaya dinilai memiliki ikatan batin yang kuat dengan Ranah Minang dan masyarakatnya. Pertemuan ini merupakan langkah strategis DPW IKM Jakarta dalam membangun jaringan dan dukungan dari berbagai pihak, khususnya dari institusi kepolisian, untuk memastikan kelancaran kegiatan organisasi termasuk penyelenggaraan Munas yang akan datang. (*)
Ketua IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo Sebar Baliho Sambut Perantau Minang

Padang – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo, mengungkapkan bahwa dirinya telah memasang sejumlah baliho penyambutan bagi para perantau Minang yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Pemasangan baliho tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperkenalkan IKM kepada masyarakat di kampung halaman serta para perantau yang pulang kampung, khususnya pada momentum Idul Fitri 1446 Hijriah. “Intinya, ini merupakan wujud tanggung jawab saya sebagai Ketua IKM Jakarta untuk lebih memperkenalkan organisasi kepada masyarakat di kampung halaman. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan IKM kepada perantau Minang yang sedang pulang kampung,” kata Braditi Moulevey, Rabu (2/4/2025). Baliho-baliho tersebut, katanya, ditempatkan di lokasi-lokasi strategis seperti kawasan Sawahan, Pasar Pagi Raden Saleh, Indarung, Pantai Padang, hingga Simpang Kampung Jua Bypass. “Penempatan di berbagai titik ini bertujuan untuk memastikan para perantau yang baru tiba di Kota Padang bisa mengetahui IKM dan keberadaan kami secara tak langsung,” katanya. Pada baliho yang dipasang terpampang foto Braditi Moulevey Rajo Mudo dengan ucapan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah” dan “Selamat Datang Perantau Minang di Kota Padang”. “Pesan tersebut menjadi simbol penyambutan hangat dan penghormatan kepada tradisi pulang kampung yang menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Minangkabau,” katanya. Inisiatif pemasangan baliho ini, kata Moulevey, juga mencerminkan peran aktif organisasi IKM Jakarta dalam menjaga silaturahmi antara perantau Minang yang berdomisili di Ibukota dengan kampung halaman mereka. “Melalui kehadiran visual ini, IKM Jakarta berupaya membangun jembatan komunikasi dengan masyarakat di tanah kelahiran sekaligus memperkuat eksistensi organisasi di mata publik,” kata pria yang akrab disapa Levi tersebut. Sebagai organisasi paguyuban yang menaungi perantau Minang di Jakarta, IKM kata Moulevey, memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai dan identitas budaya Minangkabau di perantauan. “Pemasangan baliho-baliho ini merupakan salah satu bentuk komunikasi organisasi dengan masyarakat luas,” katanya. Selain itu, katanya, momentum Idul Fitri yang identik dengan tradisi pulang kampung menjadi kesempatan strategis bagi IKM Jakarta untuk menyapa perantau dan masyarakat di kampung halaman. “Kami pertegas, bahwa pemasangan baliho ini juga sekaligus memperkenalkan keberadaan organisasi yang menjadi rumah bagi perantau Minang di Jakarta,” tuturnya. (*)
Pedagang Minang di Pasar Poncol Menanti Kepastian, DPW IKM Jakarta Kawal Nasib Korban Terdampak Kebakaran

Jakarta – Kepingan abu dan kenangan tersisa di area Pasar Poncol, Senen, Jakarta Pusat (Jakpus) pasca kebakaran yang menghanguskan puluhan kios pedagang pada pertengahan Maret 2025. Kisah pilu sekitar 20 pedagang Minang kini menjadi sorotan, ketika mereka masih menunggu respons definitif dari pemerintah daerah. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo, tampil sebagai penopang utama para pedagang yang kehilangan mata pencaharian. “Pedagang ini adalah warga produktif yang selama ini taat membayar retribusi resmi. Namun, pasca kebakaran, mereka terlantar tanpa kepastian,” katanya, Jumat (28/3/2025). Moulevey mengatakan, kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik terjadi pada tanggal 18 Maret 2025 lalu telah menghancurkan 57 kios, dengan kerugian material mencapai Rp500 juta. Mayoritas korban adalah pedagang pakaian yang kehilangan seluruh stok barang dagangan, di mana 20 di antaranya merupakan pedagang asal Minang. “Faktanya, sudah beberapa waktu berlalu pasca kejadian, namun tak ada sinyal konkret dari Pemerintah Kota (Pemko) maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta,” katanya. Melihat hal tersebut, DPW IKM Jakarta tidak tinggal diam. Mereka telah menginisiasi beberapa langkah konkret. Di antaranya, memberikan bantuan paket sembako untuk meringankan beban sementara para pedagang. Kemudian, mengadvokasi kepentingan pedagang untuk mendapatkan perhatian pemerintah serta mempersiapkan dokumen dan bukti kerugian untuk proses pengajuan kompensasi. Saat ini, kata Moulevey, para pedagang menghadapi dilema. Mereka mengharapkan salah satu dari tiga skenario: pembangunan kembali kios, relokasi yang layak, atau kompensasi yang memadai. “DPW IKM Jakarta ingin kepastian. Setiap hari berlalu, beban ekonomi pedagang semakin berat,” katanya. DPW IKM Jakarta secara resmi telah mengajukan sejumlah saran kepada pejabat terkait. Seperti investigasi menyeluruh penyebab kebakaran, transparansi rencana rehabilitasi atau rekonstruksi serta jaminan perlindungan sosial ekonomi bagi pedagang terdampak kebakaran. “Respons pemerintah dinantikan, baik Wali Kota (Wako) Jakpus maupun Gubernur Jakarta belum memberikan tanggapan resmi. Ketidakpastian ini semakin mempertegas kerentanan nasib pedagang kecil di tengah dinamika perkotaan,” katanya. Braditi Moulevey menegaskan bahwa pihaknya meminta keadilan dan perlakuan yang bermartabat bagi para pedagang yang selama ini berkontribusi pada perekonomian daerah. “Mereka bukan sekedar korban musibah, melainkan representasi ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ketidakpastian,” katanya. Saat ini, DPW IKM Jakarta telah memberikan bantuan awal berupa paket sembako untuk meringankan beban sementara para pedagang. Namun, mereka berharap pemerintah segera memberikan solusi komprehensif, baik dalam bentuk pembangunan kembali atau relokasi. “Kami akan terus mendampingi para pedagang Minang yang terkena musibah ini, sembari mendesak pemerintah untuk segera memberikan solusi konkret,” tuturnya. (*)
Braditi Moulevey Rajo Mudo Ungkap Rencana Sekolah Rakyat untuk Anak Putus Sekolah di Padang

Padang – Ketua DPW Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo melakukan pertemuan dengan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), Irjen Dr Gatot Tri Suryanta, dengan menghasilkan sejumlah temuan krusial terkait persoalan sosial di provinsi tersebut. Dalam pertemuan yang berlangsung di Polda Sumbar, Rabu (26/3/2025), terungkap fakta mengejutkan tentang kondisi generasi muda di daerah ini. Menurut keterangan Kapolda, tawuran yang kerap terjadi di Kota Padang melibatkan anak-anak usia sekolah dengan latar belakang putus sekolah. Akar permasalahan bermula dari dampak pandemi Covid-19 yang memaksa proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Kendala keterbatasan ekonomi membuat sejumlah pelajar tidak mampu mengakses pendidikan online akibat minimnya dukungan teknologi. “Anak-anak yang tidak bersekolah rentan terhadap pergaulan negatif. Persoalan sosial seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga isu LGBT menjadi konsekuensi dari minimnya pengawasan dan pembinaan,” katanya. Sebagai respons, DPW IKM Jakarta berencana menginisiasi beberapa program konkret. “Kami akan diskusikan pembentukan sekolah rakyat gratis dan lembaga konseling khusus untuk anak-anak putus sekolah,” katanya. Sementara itu, Kapolda Sumbar, Irjen Dr Gatot Tri Suryanta kata Moulevey, mendorong para perantau Minang untuk aktif membangun kampung halaman. Tidak sekadar pembangunan infrastruktur, namun pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama. “Kita ingin Sumbar menjadi wilayah bebas tawuran dan narkoba. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan diaspora atau perantau diharapkan mampu menghasilkan terobosan konkret,” katanya. Pertemuan tersebut, katanya, menggarisbawahi pentingnya kesadaran sejarah dan tanggung jawab bersama dalam membangun generasi berkualitas. Provinsi Sumbar, kata pria asal Kota Padang itu, yang dikenal dengan sejarah perjuangannya, kini menghadapi tantangan baru dalam membina generasi muda. “IKM Jakarta berkomitmen menjadi mitra pemerintah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi memutus mata rantai persoalan sosial yang menghadang potensi generasi muda Sumbar,” tuturnya. (*)
Pendaftaran Ditutup, Program Pulang Basamo DPW IKM Jakarta Siap Berangkat 25 Maret

Jakarta – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Jakarta menggelar program Pulang Basamo 2025 untuk memfasilitasi perantau Minang di Jakarta yang ingin pulang kampung. Program ini diinisiasi langsung oleh Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo. Menurut Braditi Moulevey, program bus gratis ini akan diberangkatkan pada Selasa (25/3/2025) dari kawasan Masjid At-Tin, Jakarta Timur. “Kami menyiapkan 6 unit bus untuk program Pulang Basamo tahun ini,” ujar Braditi saat dihubungi, Sabtu (22/3/2025). Braditi mengungkapkan bahwa pendaftaran untuk program ini sudah ditutup karena keterbatasan jumlah bus. “Dikarenakan bus terbatas, penumpang dibatasi khusus anggota IKM di setiap masing-masing DPD dan DPC di Jakarta,” jelasnya. Program Pulang Basamo ini tidak diumumkan secara terbuka kepada publik karena memang dikhususkan bagi anggota IKM dengan kriteria tertentu. “Program ini diprioritaskan bagi anggota IKM yang sudah lama tidak pulang kampung atau perantau serta pelajar Minang yang benar-benar mengalami kesulitan untuk pulang ke kampung halaman merayakan lebaran,” terang Braditi. Dia menegaskan bahwa program Pulang Basamo 2025 merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai Ketua DPW IKM Jakarta. “Intinya, program Pulang Basamo IKM Jakarta 2025 ini memang merupakan tanggung jawab kami sebagai ketua DPW, mengusahakan bus pulang basamo bagi perantau Minang di Jakarta,” ungkapnya. Meski tahun ini jumlah bus masih terbatas, Braditi berjanji akan berupaya menambah armada untuk program serupa di tahun mendatang. “Insya Allah tahun depan kita akan usahakan lebih banyak lagi,” katanya. Braditi juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya program Pulang Basamo 2025. “Terima kasih bagi pihak yang membantu acara ini, seperti Bank Nagari dan pihak lainnya,” ucapnya. Program Pulang Basamo ini, katanya, merupakan wujud kepedulian DPW IKM Jakarta terhadap kesejahteraan perantau Minang di Ibu Kota. Dengan adanya fasilitas bus gratis, diharapkan dapat meringankan beban perantau Minang yang ingin pulang ke kampung halaman namun terkendala biaya transportasi. Meski pendaftaran untuk program tahun ini sudah ditutup, informasi mengenai program Pulang Basamo untuk tahun berikutnya dapat diketahui melalui pengumuman resmi dari DPW IKM Jakarta yang akan disampaikan kepada anggota di masing-masing DPD dan DPC. “Program ini juga menjadi salah satu bukti kuatnya ikatan kekeluargaan dalam komunitas perantau Minang di Jakarta, sekaligus menjadi sarana untuk terus menjaga hubungan dengan kampung halaman bagi para perantau,” tuturnya. (*)