Mochamad Yunaldi Resmi Pimpin IKM Jakarta, Lanjutkan Estafet dari Braditi Moulevey

JAKARTA – Mochamad Yunaldi atau akrab disapa Uda Naldi resmi terpilih sebagai Ketua definitif Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta melalui Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) yang digelar di Auditorium Bina Karna, Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (21/9/2025). Kegiatan ini menindaklanjuti pemilihan ketua definitif setelah Ketua pertama DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo, mundur dari jabatannya usai terpilih sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKM mendampingi Ketua Umum Andre Rosiade. Selama masa transisi, kepemimpinan DPW IKM Jakarta dijalankan oleh Doni Monardo yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua. Pemilihan Uda Naldi mendapat dukungan penuh dari seluruh kader organisasi, mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Dukungan ini dinilai tepat karena sosoknya dikenal sebagai pengusaha berpengalaman di Jakarta dan telah lama aktif di IKM. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Bendahara DPW IKM Jakarta. Dalam pidato perdananya, Uda Naldi menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan program yang telah berjalan pada periode sebelumnya serta menyusun langkah-langkah strategis ke depan. “Program sebelumnya akan dilanjutkan. Ke depan, kita akan coba merangkul semua perantau Minang di DKI,” ujarnya. Uda Naldi juga memperkenalkan sejumlah nama yang akan memperkuat jajaran kepengurusan DPW IKM Jakarta. Beberapa di antaranya adalah Donny Fernando sebagai Sekretaris, Richard Erlangga sebagai Bendahara serta Mulyanis Putra atau akrab disapa Bang Ichan sebagai Ketua Harian. Sekretaris Wilayah DPW IKM Jakarta, Donny Fernando, menegaskan bahwa kepengurusan baru akan fokus pada sinergi kekuatan perantau Minang di Jakarta. “DPW IKM Jakarta ke depan akan mensinergikan kekuatan masyarakat Minang, baik yang berada di regulator, eksekutif, yudikatif, maupun para pengusaha besar di Jakarta,” katanya. Sementara itu, Bendahara DPW IKM Jakarta, Richard Erlangga, berharap program-program yang disusun dapat bermanfaat langsung bagi anggota. “Semoga program-programnya bisa disusun dengan baik, sehingga bermanfaat untuk anggota,” ujarnya. Menurut riset yang dipaparkan dalam forum tersebut, jumlah perantau Minang di Jakarta diperkirakan mencapai 2,4 hingga 3 juta orang. Dengan potensi besar ini, IKM Jakarta membawa semangat “Basamo Mangko Manjadi” untuk memperkuat kontribusi masyarakat Minang dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya di Jakarta serta sekitarnya. Muswilub DPW IKM Jakarta berjalan sukses dengan suasana hangat penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Steering Committee (SC), Arteria Dahlan, dengan Mulyanis Putra sebagai Organizing Committee dan ditutup dengan permainan KIM yang semakin menghidupkan kebersamaan. (*)
Braditi Moulevey Rajo Mudo: Kajian Adat Minangkabau DPW IKM Jakarta di Surau akan Terus Dilanjutkan

Jakarta – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Jakarta menggelar acara kajian adat Minangkabau di Masjid atau Surau yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Minang di perantauan untuk memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai adat, khususnya terkait persoalan tanah ulayat dan pusako yang menjadi isu krusial bagi banyak perantau. Acara yang diselenggarakan pada Senin (17/3/2025) di Masjid IKM Al Furqan, Jalan Majelis nomor 19, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, berlangsung dari pukul 15.00 WIB hingga larut malam. Kajian yang semula direncanakan selesai sebelum Maghrib ternyata mendapat respons luar biasa dari peserta yang meminta perpanjangan waktu hingga pukul 23.00 WIB. Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo, mengatakan bahwa kajian adat ini merupakan implementasi nyata dari falsafah Minangkabau “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah” (ABS SBK) yang menegaskan bahwa adat Minangkabau berlandaskan pada syariat Islam, dan syariat Islam berlandaskan pada Kitabullah (Al-Quran). “Ini adalah kajian adat Minang yang pertama di Indonesia, sesuai dengan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Tujuannya adalah bagaimana orang Minang mempelajari adat Minang itu sendiri, sehingga atas alasan itulah kita menggelar kajian adat yang diselenggarakan di Masjid Al Furqan,” ujar Braditi. Kegiatan tersebut, katanya, tidak sebatas kajian adat, tetapi dirangkai dengan berbagai kegiatan religius dan sosial. Dimulai dengan salat Ashar berjamaah, dilanjutkan dengan kajian adat, buka puasa bersama, penyerahan bantuan untuk anak yatim dan duafa, salat Isya dan tarawih berjamaah, hingga kembali berlanjut dengan sesi kajian dan tanya jawab hingga larut malam. “Alhamdulillah, kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan baik. Acara diikuti oleh peserta dengan sangat antusias, mulai dari salat Ashar berjamaah, hingga dihadiri pejabat dari Pemprov Sumbar, juga dihadiri oleh Sekretaris Perusahaan (Sekper) Bank Nagari, Tasman beserta jajaran pimpinan cabang Bank Nagari di Jakarta dan juga oleh Bupati Solok serta tokoh masyarakat Minang yang ada di Jakarta,” papar Braditi. Antusiasme masyarakat mengikuti kajian adat terbukti dari durasi acara yang melebihi jadwal semula. “Tanpa disangka, kajian yang harusnya selesai setelah Ashar, ternyata para peserta menginginkan kajian lanjutan, sehingga setelah berbuka puasa ada penyerahan simbolis bantuan untuk anak yatim dan duafa berupa santunan, salat Isya dan tarawih. Peserta masyarakat IKM melanjutkan kajian hingga pukul 23.00 WIB, termasuk sesi tanya jawab,” ungkap Moulevey. Kajian adat ini mengangkat tema “Peran Mamak di Rantau”, yang membahas tentang bagaimana peran seorang paman dari garis keturunan ibu dalam struktur keluarga Minangkabau, khususnya dalam konteks masyarakat Minang yang merantau. Namun, diskusi berkembang pada persoalan-persoalan yang lebih spesifik, terutama terkait tanah ulayat dan tanah pusako. “Banyak persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat kita, seperti tanah ulayat atau tanah pusako. Ini yang menjadi fokus malam itu, bagaimana hampir seluruh masalah yang timbul dari para perantau Minang ini tentang banyaknya atau adanya tanah ulayat dan pusako mereka itu yang di kampung sekarang ditempati oleh orang luar, karena banyaknya saudara mereka yang di rantau, tidak ada keluarga yang di kampung,” kata Braditi Moulevey. Fenomena rumah gadang yang kosong dan tidak berpenghuni menjadi salah satu persoalan yang dibahas dalam kajian tersebut. “Sehingga, banyak terjadi rumah mewah, bagus, bagonjong, rumah gadang kosong namun tidak ada penghuni, karena penghuninya ada di rantau,” tambahnya. Pendampingan Hukum Adat Menyikapi berbagai persoalan tersebut, DPW IKM Jakarta berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan pendampingan hukum adat kepada masyarakat Minang di perantauan. “Di sinilah nantinya, ke depan DPW IKM Jakarta akan terus mensosialisasikan bersama-sama dengan tokoh-tokoh adat, seperti datuak-datuak penasihat ini memberikan edukasi mengenai hukum adat, tanah pusako, memberikan pendampingan dalam persoalan hukum adat, sebagaimana dalam hal ini tanah adat pusako dan juga mengenai tanah keluarga, pusako tinggi maupun randah,” katanya. Sebagai pembicara utama dalam kajian adat ini, DPW IKM Jakarta menghadirkan Dewan Penasihat DPW IKM Jakarta yang juga merupakan tokoh adat terkemuka, Duli Yang Mulia Pucuk Bulek Alam Minangkabau, Tengku Irwansyah, Angku Datuk Katumanggungan. Kehadiran tokoh adat ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai adat Minangkabau kepada peserta kajian. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kalangan IKM, seperti Sekjen DPP IKM, Nefri Hendri, jajaran pengurus DPW, DPD, dan DPC se-Jakarta, Bupati Solok, Jon Firman Pandu serta Kepala Badan Penghubung Pemprov Sumbar di Jakarta, Aschari Cahyaditama. “Kehadiran para pengurus ini menunjukkan komitmen kami dalam melestarikan dan menguatkan nilai-nilai adat Minangkabau di tengah masyarakat perantau,” kata Braditi. Penyelenggaraan kajian adat Minang ini merupakan bagian dari upaya DPW IKM Jakarta untuk memperkuat identitas dan nilai-nilai budaya Minangkabau di kalangan masyarakat perantau. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, pemahaman terhadap adat dan budaya leluhur menjadi semakin penting untuk mempertahankan jati diri dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun. “Jadi tentang adat, sosial dan agama, dapat semuanya dalam satu kegiatan. Di saat yang lain merencanakan kembali ke surau, IKM Jakarta telah berbuat, mengadakan acara di surau,” ujar Braditi dengan bangga. Selain kajian adat dan kegiatan religius, acara ini juga diwarnai dengan kegiatan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. “Kami juga memberikan santunan anak yatim dan dhuafa, jumlahnya sekitar 130 orang. Kemudian 100 santunan lainnya kami berikan di sejumlah kawasan Jakarta,” tambah Braditi. Kegiatan sosial ini, katanya, merefleksikan semangat berbagi dalam bulan Ramadan sekaligus menjalankan tanggung jawab sosial organisasi terhadap masyarakat yang membutuhkan. Melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar, DPW IKM Jakarta berencana untuk melanjutkan program kajian adat ini secara berkala. “Kegiatan ini menarik, kami akan terus melanjutkan, memberikan edukasi hukum adat dan juga pendampingan hukum adat,” tegas Braditi. Dengan semangat “Salam Badunsanak” yang berarti salam persaudaraan, DPW IKM Jakarta berharap acara ini dapat memperkuat tali silaturahmi antar masyarakat Minang di perantauan, sekaligus sebagai wadah untuk memperdalam pemahaman tentang adat dan budaya Minangkabau yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal. Braditi Moulevey Rajo Mudo kembali menekankan pentingnya kajian adat ini bagi masyarakat Minang. “Tujuannya adalah bagaimana orang Minang ini mempelajari adat Minang itu sendiri, seperti itulah dasarnya, sehingga atas dasar itulah kita menggelar kajian adat yang diselenggarakan di Masjid Al Furqan ini,” tuturnya. (*)
DPW IKM Jakarta Gelar Kajian Adat dan Bukber, Braditi Moulevey Rajo Mudo: Ini Kajian Adat Minang Pertama di Indonesia

Jakarta – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Jakarta menggelar acara kajian adat Minangkabau yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (17/3/2025) di Masjid IKM Al Furqan, Jalan Majelis nomor 19, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai dan disiarkan secara Live Streaming di Kanal YouTube IKM. Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo, menjelaskan bahwa kajian adat ini merupakan implementasi dari falsafah Minangkabau yang terkenal, yaitu Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS SBK). Falsafah ini menegaskan bahwa adat Minangkabau berlandaskan pada syariat Islam, dan syariat Islam berlandaskan pada Kitabullah (Al-Quran). “Ini adalah kajian adat Minang yang pertama di Indonesia, sesuai dengan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Tujuannya adalah bagaimana orang Minang ini mempelajari adat Minang itu sendiri, seperti itulah dasarnya, sehingga atas alasan itulah kita menggelar kajian adat yang diselenggarakan di Masjid Al Furqan,” ujar Braditi Moulevey. Acara ini tidak hanya sebatas kajian adat, tetapi juga dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama dan diakhiri dengan salat tarawih berjamaah. Menurut Braditi Moulevey, penyelenggaraan kajian adat bersamaan dengan momentum Ramadhan ini memiliki makna tersendiri sebagai bentuk penguatan nilai-nilai Islam yang menjadi landasan adat Minangkabau. Kajian adat tersebut akan mengangkat tema “Peran Mamak di Rantau”, yang membahas tentang bagaimana peran seorang paman dari garis keturunan ibu dalam struktur keluarga Minangkabau, khususnya dalam konteks masyarakat Minang yang merantau. “Dalam sistem matrilineal Minangkabau, mamak memiliki tanggung jawab penting dalam membimbing keponakan dan menjaga keberlangsungan nilai-nilai adat,” katanya. Sebagai pembicara utama dalam kajian adat ini, DPW IKM Jakarta menghadirkan Dewan Penasihat DPW IKM Jakarta yang juga merupakan tokoh adat terkemuka, Duli Yang Mulia Pucuk Bulek Alam minangkabau, Tengku Irwansyah, Angku Datuk Katumanggungan. Kehadiran tokoh adat ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai adat Minangkabau kepada peserta kajian. Acara ini dipastikan akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kalangan IKM, di antaranya Ketua Harian DPP IKM, H Andre Rosiade, jajaran pengurus DPW, DPD, dan DPC se-Jakarta. “Kehadiran para pengurus ini menunjukkan komitmen kami dalam melestarikan dan menguatkan nilai-nilai adat Minangkabau di tengah masyarakat perantau,” katanya. Tidak hanya kajian adat dan buka puasa bersama, acara ini juga akan diwarnai dengan kegiatan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. “Insya Allah juga akan ada santunan anak yatim dan dhuafa, jumlahnya sekitar 130 orang,” tambah Braditi. Kegiatan sosial ini, katanya, merefleksikan semangat berbagi dalam bulan Ramadhan sekaligus menjalankan tanggung jawab sosial organisasi terhadap masyarakat yang membutuhkan. DPW IKM Jakarta melalui akun resminya juga mengajak seluruh keluarga besar IKM dan masyarakat Minang di Jakarta untuk hadir dalam acara ini. “Hadiri Buka Puasa Bersama Keluarga Besar DPW IKM Jakarta serta ceramah Kajian Adat bersama Dewan Penasehat DPW IKM Jakarta,” demikian tertulis dalam undangan yang disebarkan melalui media sosial dengan tagar #ikatankeluargaminang. Penyelenggaraan kajian adat Minang ini, kata Moulevey, merupakan bagian dari upaya DPW IKM Jakarta untuk memperkuat identitas dan nilai-nilai budaya Minangkabau di kalangan masyarakat perantau. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, pemahaman terhadap adat dan budaya leluhur menjadi semakin penting untuk mempertahankan jati diri dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dalam penutup keterangannya, Braditi Moulevey Rajo Mudo kembali menekankan pentingnya kajian adat ini bagi masyarakat Minang. “Tujuannya adalah bagaimana orang Minang ini mempelajari adat Minang itu sendiri, seperti itulah dasarnya, sehingga atas alasan itulah kita menggelar kajian adat yang diselenggaran di Masjid Al Furqan dan sekaligus nanti buka bersama dan diakhiri dengan salat tarawih berjamaah,” ujarnya. Dengan semangat “Salam Badunsanak” yang berarti salam persaudaraan, DPW IKM Jakarta berharap acara ini dapat memperkuat tali silaturahmi antar masyarakat Minang di perantauan. “Sekaligus sebagai wadah untuk memperdalam pemahaman tentang adat dan budaya Minangkabau yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal,” tuturnya. (*)
Braditi Moulevey Rajo Mudo: 5 DPD IKM Jakarta Kompak Dukung Andre Rosiade Jadi Ketua Umum DPP IKM 2025-2030

Jakarta – Keluarga besar Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta menggelar acara silaturahmi dengan Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKM, H Andre Rosiade pada Selasa (25/2/2024) malam. Pertemuan yang berlangsung di Sekretariat DPW IKM Jakarta, Restoran Pangeran Mudo Menteng, Jakarta Pusat ini tidak hanya menjadi momen menjalin keakraban menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai forum penyampaian dukungan internal organisasi. Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo, memimpin langsung pertemuan yang dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota dari lima Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKM se-Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, DPW IKM Jakarta secara resmi menyerahkan surat rekomendasi yang berisi pernyataan dukungan bulat dan penuh kepada H Andre Rosiade sebagai Calon Ketua Umum DPP IKM periode 2025-2030. “Lima DPD IKM se-Jakarta menyatakan sikap bulat untuk mendukung Pak Andre Rosiade sebagai Calon Ketua Umum DPP IKM pada Musyawarah Nasional yang akan dilaksanakan bulan April 2025,” ujar Braditi. Dukungan ini menjadi modal penting bagi Andre Rosiade yang diproyeksikan akan menggantikan posisi Fadli Zon sebagai Ketua Umum DPP IKM untuk periode 2025-2030. Pertemuan yang juga dihadiri oleh Dewan Penasihat DPW IKM Jakarta ini sekaligus menegaskan kesiapan IKM Jakarta untuk mengawal proses suksesi kepemimpinan di tingkat pusat. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Andre Rosiade terlihat aktif bercengkrama dan berbagi tawa dengan seluruh peserta yang hadir. Kedekatan ini mencerminkan hubungan yang telah terjalin baik antara Andre Rosiade dengan jajaran pengurus dan anggota DPW IKM Jakarta. Momentum ini menjadi sinyal kuat dukungan basis Jakarta terhadap Andre Rosiade menjelang Musyawarah Nasional IKM yang akan digelar April 2025 mendatang. “IKM Jakarta siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Munas 1 IKM yang dilaksanakan pada bulan April 2025, jika tak ada aral melintang,” tutur Moulevey. (*)
Kolaborasi IKM Jakarta dan STIKes Bhakti Husada Cikarang Wujudkan Layanan Kesehatan Gratis

Jakarta – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Jakarta berkolaborasi dengan PT Fauzi Medical dan STIKes Bhakti Husada Cikarang sukses menyelenggarakan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis di kawasan Meruya, Jakarta Barat, Minggu (23/2/2025). Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo mengungkapkan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. “Alhamdulillah, bakti sosial yang kami selenggarakan berjalan dengan sukses. Ratusan peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari cek gula darah, kolesterol, asam urat, hingga konsultasi kesehatan,” ujarnya. Rektor STIKes Bhakti Husada Cikarang, Zuriati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi program kerja dari Wakil Ketua yang membawahi Biro Kesehatan dan Biro Pendidikan. “Kami fokus memberikan yang terbaik untuk masyarakat tanpa memandang status perantau atau bukan. Keberadaan IKM harus dapat bermanfaat bagi semua orang,” katanya. Acara yang dihadiri sekitar 100 peserta ini semakin meriah dengan pembagian doorprize yang diserahkan langsung oleh DPW IKM Jakarta kepada peserta. Perwakilan dari DKM dan IKM Jakarta Barat turut hadir dalam kegiatan tersebut. “Ke depan, kami telah merencanakan program sunatan massal. Selain itu, kami juga akan memberikan bantuan kursi roda untuk masyarakat setempat,” tambah Zuriati yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Pendidikan dan Tenaga Kerja DPW IKM Jakarta. Layanan pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Tim medis yang bertugas merupakan kolaborasi antara tenaga kesehatan dari STIKes Bhakti Husada Cikarang dengan dukungan peralatan medis dari PT Fauzi Medical. Kegiatan bakti sosial ini menjadi bukti nyata komitmen IKM Jakarta dalam memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Meruya yang menjadi salah satu lokasi komunitas perantau Minang di Jakarta Barat. (*)
LBH IKM Jakarta Resmi Dibentuk, Siap Berikan Bantuan Hukum untuk Perantau Minang

Jakarta – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) mengambil langkah strategis dengan meresmikan pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang secara khusus akan melayani kebutuhan hukum masyarakat perantau Minang di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Peresmian struktur kepengurusan LBH IKM Jakarta ini dilaksanakan pada Sabtu (15/2/2025) malam. “Pembentukan lembaga bantuan hukum ini merupakan inisiatif yang diambil untuk memperkuat pelayanan dan perlindungan hukum bagi masyarakat Minang yang tengah merantau di Ibu Kota,” kata Wakil Ketua DPW IKM Jakarta, H Yusrizal Sutan Makmur. LBH IKM Jakarta yang beroperasi sebagai unit di bawah naungan Biro Hukum DPW IKM DKI Jakarta, katanya, memiliki tiga tujuan utama dalam pelaksanaan tugasnya. Pertama, LBH IKM berkomitmen untuk memberikan pendampingan hukum kepada perantau Minang yang menghadapi permasalahan hukum. Kedua, lembaga ini akan secara aktif mengajak para advokat dan pengacara berdarah Minang untuk berkontribusi dalam memberikan pendampingan hukum kepada warga Minang. Ketiga, LBH IKM akan fokus pada upaya edukasi dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang aspek-aspek hukum kepada masyarakat perantau Minang. “Dalam rangka memaksimalkan pelayanannya, LBH IKM Jakarta akan beroperasi di kantor yang berlokasi strategis, terpisah dari kantor Sekretariat Utama IKM,” katanya. “Kantor LBH ini akan berlokasi tidak jauh dari Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Timur, untuk memudahkan akses bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum,” sambungnya. Sementara itu, Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo mengatakan, LBH tersebut akan diisi oleh para profesional hukum yang memiliki latar belakang atau berdarah Minangkabau. “Kehadiran para advokat dan pengacara berdarah Minang ini diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih efektif dengan masyarakat perantau Minang yang membutuhkan bantuan hukum, mengingat adanya kesamaan latar belakang budaya dan bahasa,” katanya. Dengan dibentuknya LBH IKM Jakarta, dirinya berharap masyarakat perantau Minang di Jakarta dan sekitarnya dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap bantuan hukum. “Serta mendapatkan pendampingan yang komprehensif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan hukum yang mungkin dihadapi,” tuturnya. (*)
Braditi Moulevey Rajo Mudo: Rapat Pleno DPW IKM Jakarta Matangkan Program Pulang Basamo

Jakarta – Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Jakarta menggelar rapat pleno lengkap pada Jumat (7/2/2025). Dipimpin langsung oleh Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo, rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis dan program unggulan untuk masyarakat Minang di Jakarta. Dalam rapat yang berlangsung di Jakarta tersebut, DPW IKM Jakarta mematangkan persiapan beberapa program prioritas. “Kami membahas pembentukan kepanitiaan untuk sejumlah kegiatan dalam waktu dekat, termasuk penyelenggaraan bazar Ramadan yang akan berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat,” ujar Braditi Moulevey. Program unggulan lainnya yang dibahas mencakup Jumat Berkah, Bazar Ramadan, beasiswa bagi anak perantau Minang yang kurang mampu, sinergitas antara ranah dan rantau hingga Pulang Basamo IKM Jakarta dan kegiatan olahraga mulai dari turnamen sepakbola, domino dan golf. DPW IKM Jakarta juga merencanakan acara halal bihalal yang akan diselenggarakan bersama organisasi perantau lainnya di Jakarta. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat Minang di Jakarta, DPW IKM Jakarta mempersiapkan layanan ambulans gratis dan pembentukan satgas bencana. “Satgas bencana akan ditempatkan di setiap wilayah Jakarta untuk memastikan respons cepat dalam situasi darurat,” jelas Braditi. Selain membahas program internal, rapat pleno juga menerima rekomendasi dari masing-masing DPD IKM Jakarta terkait pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) DPP IKM yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. “Kami berharap Munas dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Harapannya, terpilih ketua umum yang benar-benar memahami IKM dan mampu membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik,” tambah Braditi. Melalui berbagai program yang direncanakan, DPW IKM Jakarta menunjukkan komitmennya dalam melayani dan mempererat hubungan antarwarga Minang di Jakarta. “Program-program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota IKM dan perantau Minang di Jakarta,” tuturnya. (*)
IKM Serahkan Bantuan Uang Tunai untuk Korban Terdampak Kebakaran Kemayoran Jakarta

Jakarta – Korban terdampak kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat menerima bantuan kemanusiaan berupa uang tunai dari Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM). Bantuan tersebut diserahkan kepada korban terdampak kebakaran yang berjumlah lebih kurang 400 kepala keluarga pada Rabu (18/12/2024). Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo didampingi oleh seluruh jajaran dari IKM. “Kami menyerahkan bantuan kepada korban terdampak kebakaran di Kemayoran. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan penderitaan korban terdampak kebakaran,” kata Braditi Moulevey Rajo Mudo, Kamis (19/12/2024). Pada kesempatan itu, Braditi Moulevey dan jajaran menyempatkan melihat langsung lokasi terdampak kebakaran dan posko yang didirikan oleh IKM. “Ini sebagai bentuk tanggungjawab moral kami dari perantau yang berada di Jakarta. Urusan kemanusiaan adalah urusan kita bersama. Pada kesempatan ini kami serahkan total bantuan Rp35 juta dalam bentuk uang tunai yang merupakan donasi dari pengurus DPP, DPW, DPD hingga DPC,” katanya. “Saya berharap korban terdampak kebakaran tetap tabah dan kuat dalam menjalani kehidupan pasca kejadian ini,” sambung pria yang akrab disapa Levi tersebut. Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) IKM Kemayoran, Murizal mengatakan, pihaknya menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada korban terdampak kebakaran. “Uang ini diharapkan dapat mereka gunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari atau mendesak,” katanya. Murizal mengatakan, alasan IKM memberikan bantuan berupa uang tunai karena bantuan fisik seperti busana layak pakai, bahan pokok dan lain sebagainya sudah silih berganti berdatangan. “Bahkan Wapres Gibran, Pak Jusuf Kalla dan tokoh politik serta masyarakatnya juga sudah banyak berdatangan. Bantuan ini kami serahkan kepada 400 korban terdampak kebakaran, di mana 20 di antaranya merupakan orang Minangkabau,” tuturnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat sebanyak 600 keluarga terdampak Kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus). Sebanyak 1.800 orang pun terpaksa mengungsi. “Objek terdampak dalam peristiwa ini kurang lebih 200 rumah tinggal semipermanen, dan sebanyak 600 KK atau 1.800 jiwa yang melanda 8 RT dalam 1 RW,” kata Kepala BPBD Jakarta, Isnawa Adji dalam keterangannya. Rincinya, sebanyak 125 jiwa di antaranya balita. Selain itu, terdapat 525 orang lansia, 700 orang dewasa, 205 orang siswa SD, 150 orang siswa SMP, dan 95 orang siswa SMA. “BPBD DKI mencatat kebakaran mengakibatkan 13 korban luka yang seluruhnya sudah ditangani dan mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit,” katanya. Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Selasa (10/12/2024) pukul 12.25 WIB. Petugas langsung dikerahkan pada pukul 12.33 WIB untuk melakukan operasi pemadaman. Api mulai berangsur padam sekitar pukul 15.00 WIB dengan mengerahkan 128 personel dan 32 unit mobil pemadam kebakaran. (*)
Pidato Pertama Braditi Moulevey Rajo Mudo usai Resmi Dilantik jadi Ketua DPW IKM Jakarta

Jakarta – Perantau asal Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Braditi Moulevey Rajo Mudo resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta periode 2024-2029. Pelantikan Braditi Moulevey Rajo Mudo dan seluruh jajaran pengurus DPW IKM Jakarta dilakukan di Plaza Timur Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (15/12/2024) malam. Sebelum dilantik, seluruh pengurus DPW IKM Jakarta dipanggil ke atas panggung yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP IKM, Nefri Hendri. “Saya berharap seluruh pengurus DPW IKM Jakarta periode 2024-2029 untuk segera bekerja sesuai dengan visi dan misi organisasi ini,” kata Ketua Harian DPP IKM, H Andre Rosiade saat membacakan surat keputusan pelantikan. Selain itu, H Andre Rosiade juga menyatakan rasa kagum dan bangganya kepada DPW IKM Jakarta di bawah kepemimpinan Braditi Moulevey Rajo Mudo. “Saya yakin, IKM Jakarta akan mengambil peranan penting dan menjadi pemersatu pagi perantau Minangkabau yang ada di provinsi ini serta fasilitator antara Ranah dan Rantau,” katanya. Sementara itu, Ketua DPW IKM Jakarta periode 2024-2029, Braditi Moulevey Rajo Mudo menyampaikan ucapan terima kasih atas pelantikan yang ia jalani bersama seluruh struktur kepengurusan. “Kepada seluruh pengurus, mari bersama-sama membangun menjadi pengurus yang bermanfaat. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu yang hadir serta senior-senior yang tak bisa disebutkan satu per satu,” katanya. Pelantikan kepengurusan DPW IKM Jakarta mengangkat tema Festival Rantau Batuah 2024 dengan diisi oleh sejumlah kegiatan. Festival Rantau Batuah merupakan tema besar dalam kegiatan pelantikan kepengurusan DPW IKM Jakarta periode 2024-2029. Sejumlah tokoh yang hadir dalam pelantikan dengan tema ‘Bersama IKM Jakarta Menuju Indonesia Emas 2045 tersebut, kata Braditi Moulevey, yakni Sekjen DPP IKM, Nefri Hendri hingga Ketua Harian DPP IKM, H Andre Rosiade. Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar terpilih, yakni Mahyeldi serta Vasko Ruseimy juga dijadwalkan hadir dalam pelantikan tersebut. “Festival Rantau Batuah itu merupakan cara kami menginformasikan kepada masyarakat bahwa dengan hadirnya IKM di Jakarta diharapkan akan membawa berkah dan manfaat bagi perantau Minangkabau yang ada di Jakarta,” katanya. “Saya berharap semoga IKM Jakarta akan menjadi wadah pemersatu perantau Minang yang ada di provinsi ini. Kegiatan yang kami laksanakan kali ini didukung oleh Indihome dan Bank Nagari,” sambungnya. Dalam Festival Rantau Batuah, sejumlah kegiatan digelar. Seperti, Senam Minang CFD-an, Festival Kuliner, Budaya, Talk Show dengan Direktur Utama Bank Nagari, Gubernur Sumbar dan Ketua DPW IKM Jakarta. Talk Show yang digelar mengusung tema ‘Meningkatkan Perekonomian Perantau dan Ranah Menuju Masyarakat Minang Madani 2025’. Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan di Plaza Timur GBK Jakarta itu juga dihibur oleh penampilan sejumlah artis. Di antaranya, Dayu Koto, Kuburan Band, Juicy Luicy Band, dan Disc Jokey (DJ) Andro serta hiburan lainnya. “Kami ingin merefresh branding IKM yang selama ini belum masuk ke kalangan milenial dan Generasi Z. Dengan adanya konser ini, akan memberi informasi bahwa IKM juga merupakan wadah anak-anak muda Minang yang ada di Jakarta. Kami juga meluncurkan laman (website) IKM Jakarta dan pendaftaran anggota IKM Jakarta gratis melalui barcode,” tutur Levi. (*)
Braditi Moulevey Rajo Mudo: Pengurus IKM Jakarta Dilantik Minggu, Hadirkan Festival Rantau Batuah dan Talk Show

Jakarta – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta segera dilantik pada Minggu (15/12/2024). Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPW IKM Jakarta terpilih, Braditi Moulevey Rajo Mudo. “Iya, Insya Allah jika tak ada halangan seluruh pengurus IKM Jakarta yang baru segera dilantik dengan dihadiri pengurus IKM Pusat dan tokoh penting lainnya,” kata Moulevey. Sejumlah tokoh yang dijadwalkan hadir dalam pelantikan dengan tema ‘Bersama IKM Jakarta Menuju Indonesia Emas 2045 tersebut, kata Braditi Moulevey, yakni Ketua Umum DPP IKM, Fadli Zon, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP IKM, Nefri Hendri hingga Ketua Harian DPP IKM, H Andre Rosiade. Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar terpilih, yakni Mahyeldi serta Vasko Ruseimy juga dijadwalkan hadir dalam pelantikan tersebut. “Kami juga menggelar berbagai kegiatan dengan tema besarnya Festival Rantau Batuah,” kata pria asal Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) tersebut. “Festival Rantau Batuah itu merupakan cara kami menginformasikan kepada masyarakat bahwa dengan hadirnya IKM di Jakarta diharapkan akan membawa berkah dan manfaat bagi perantau minang yang ada di Jakarta,” katanya. “Saya berharap semoga IKM Jakarta akan menjadi wadah pemersatu perantau Minang yang ada di provinsi ini. Kegiatan yang kami laksanakan kali ini didukung oleh Indihome dan Bank Nagari,” sambungnya. Dalam Festival Rantau Batuah, sejumlah kegiatan digelar. Seperti, Senam Minang CFD-an, Festival Kuliner, Budaya, Talk Show dengan Direktur Utama Bank Nagari, Gubernur Sumbar dan Ketua DPW IKM Jakarta. Talk Show yang digelar mengusung tema ‘Meningkatkan Perekonomian Perantau dan Ranah Menuju Masyarakat Minang Madani 2025’. Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan di Plaza Timur GBK Jakarta itu juga dihibur oleh penampilan sejumlah artis. Di antaranya, Dayu Koto, Kuburan Band, Juicy Luicy Band, Disc Jokey (DJ) Andro hingga penampilan dari band papan atas, Geisha dan hiburan lainnya. “Kami ingin merefresh branding IKM yang selama ini belum masuk ke kalangan milenial dan Generasi Z. Dengan adanya konser ini, akan memberi informasi bahwa IKM juga merupakan wadah anak-anak muda Minang yang ada di Jakarta. Kami juga berencana meluncurkan laman (website) IKM Jakarta dan pendaftaran anggota IKM Jakarta gratis melalui barcode yang akan kami luncurkan di hari Minggu,” tutur Levi. (*)