Bundo Kanduang DPW IKM DKI Jakarta Tingkatkan Kapasitas Kebencanaan melalui Pelatihan Penanggulangan Bencana

Jakarta – Bundo Kanduang Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) DKI Jakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat dengan berpartisipasi dalam kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur, Relawan, serta Potensi Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan oleh LLHPB Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DKI Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 2 Juni 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta tersebut diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, relawan, dan organisasi kemasyarakatan. Kehadiran para Bundo Kanduang dari berbagai biro di lingkungan DPW IKM DKI Jakarta menjadi wujud nyata kepedulian perempuan Minangkabau terhadap upaya pengurangan risiko bencana dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai mitigasi bencana, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta pentingnya membangun jejaring sosial yang kuat sebagai bagian dari sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Para peserta juga diajak untuk memahami peran strategis keluarga dan komunitas dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Bundo Kanduang DPW IKM DKI Jakarta menilai bahwa perempuan memiliki posisi yang sangat penting dalam membangun ketangguhan keluarga. Selain berperan sebagai pendidik pertama di lingkungan rumah tangga, perempuan juga menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan pengetahuan dan kesadaran mengenai kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, para Bundo Kanduang diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dan menularkannya kepada keluarga, komunitas, serta lingkungan sekitar. Dengan demikian, upaya pengurangan risiko bencana dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan. Partisipasi Bundo Kanduang DPW IKM DKI Jakarta dalam kegiatan ini juga menjadi refleksi dari nilai-nilai luhur budaya Minangkabau yang menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan gotong royong. Filosofi sakik samo mangadok, ringan samo dijinjiang serta saciok bak ayam, sadanciang bak basi menjadi landasan moral dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk bencana alam dan keadaan darurat lainnya. Semangat solidaritas dan kepedulian sosial yang diwariskan dalam budaya Minangkabau tersebut dinilai sangat relevan dalam mendukung upaya penanggulangan bencana yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Melalui sinergi antara organisasi masyarakat, relawan, dan pemerintah, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih tangguh, siap, dan mampu menghadapi berbagai risiko bencana di masa depan. Keikutsertaan Bundo Kanduang DPW IKM DKI Jakarta dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa perempuan Minangkabau tidak hanya berperan dalam pelestarian adat dan budaya, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat luas bagi kehidupan sosial kemasyarakatan. (Humas DPW IKM DKI Jakarta) Meta Deskripsi:

DPW IKM DKI Jakarta Salurkan Daging Qurban dari 8 Ekor Sapi, Perkuat Kebersamaan Warga Minang di Perantauan

Jakarta – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) DKI Jakarta. Melalui program qurban tahun ini, DPW IKM DKI Jakarta berhasil menghimpun dan menyembelih delapan ekor sapi qurban yang kemudian didistribusikan kepada pengurus organisasi dan masyarakat yang berhak menerima. Kegiatan penyembelihan hewan qurban dilaksanakan di kawasan Museum Satria Mandala, Jakarta, dengan melibatkan pengurus dan panitia dari berbagai unsur organisasi. Seluruh proses berlangsung dengan tertib dan penuh semangat gotong royong, mulai dari penyembelihan, pengemasan hingga pendistribusian daging qurban. Mewakili Ketua DPW IKM DKI Jakarta, Sekretaris Wilayah Richard Erlangga, SH menyampaikan bahwa pelaksanaan qurban merupakan agenda tahunan yang memiliki makna penting, tidak hanya sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga Minang yang berada di perantauan. “Alhamdulillah, pada Idul Adha 1447 H tahun ini, DPW IKM DKI Jakarta dapat melaksanakan penyembelihan delapan ekor sapi qurban. Daging qurban kemudian kami distribusikan kepada seluruh pengurus DPD dan DPC IKM se-Jakarta serta pihak-pihak yang berhak menerima. Ini merupakan bentuk rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang terus kami jaga di lingkungan keluarga besar IKM,” ujarnya. Daging qurban yang telah dikemas selanjutnya disalurkan kepada jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) IKM di seluruh wilayah DKI Jakarta. Program ini menjadi bagian dari upaya organisasi dalam memperkuat solidaritas serta menghadirkan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat. Pelaksanaan qurban tahun ini juga mendapat dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKM. Kehadiran Sekretaris Jenderal DPP IKM, Bradity Moulevey, bersama jajaran pengurus Departemen Agama DPP IKM menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap kegiatan sosial-keagamaan yang dilaksanakan di tingkat wilayah. Kolaborasi antara DPP IKM dan DPW IKM DKI Jakarta dinilai menjadi cerminan komitmen bersama dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan kekeluargaan yang selama ini menjadi fondasi organisasi. Kehadiran berbagai unsur pengurus dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan tingginya semangat partisipasi dan gotong royong di lingkungan IKM. Momentum Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah qurban semata, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus hidup dan menjadi bagian dari aktivitas sosial keluarga besar IKM di berbagai daerah. Menutup kegiatan, pengurus DPW IKM DKI Jakarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pequrban, panitia, pengurus DPP, DPD, DPC, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan qurban tahun ini dapat berjalan dengan lancar. “Semoga seluruh amal ibadah qurban yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi keluarga besar IKM serta masyarakat luas. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ungkapnya. Melalui kegiatan qurban yang rutin dilaksanakan setiap tahun, DPW IKM DKI Jakarta berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, mempererat hubungan antaranggota, serta memperkuat peran organisasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

DPW IKM Jakarta Matangkan Struktur Kepengurusan 2025–2029, Perkuat Komitmen Organisasi

JAKARTA — Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) wilayah Jakarta terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun organisasi yang solid dan progresif. Hal ini ditandai dengan suksesnya pelaksanaan Rapat Calon Pengurus DPW IKM Jakarta yang digelar pada Minggu, 19 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Pangeran Mudo Restaurant ini diikuti oleh sekitar 120 peserta dari berbagai unsur perantau Minangkabau di Jakarta. Suasana rapat berjalan lancar, tertib, serta penuh semangat kebersamaan. Rumuskan Arah Organisasi ke Depan Rapat ini menjadi momentum penting bagi DPW IKM Jakarta dalam merumuskan struktur kepengurusan sekaligus arah program kerja untuk periode 2025–2029. Para peserta aktif memberikan masukan dan pandangan strategis demi memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat perantau. Diskusi yang berlangsung dinamis menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang menjadi fondasi awal kepengurusan ke depan. Terbentuk Calon Pengurus dan Komitmen Bersama Dari hasil rapat tersebut, berhasil disusun calon pengurus DPW IKM Jakarta periode 2025–2029. Selain itu, seluruh peserta juga membangun komitmen bersama untuk menjalankan amanah organisasi secara profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab. Semangat kolektif ini mencerminkan tekad kuat perantau Minangkabau di Jakarta untuk menghadirkan organisasi yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi anggota dan masyarakat luas. Langkah Awal Menuju Organisasi Progresif DPW IKM Jakarta menilai, rapat ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun organisasi yang lebih terarah dan berdampak. Dengan fondasi kepengurusan yang matang, diharapkan program-program yang dirancang nantinya mampu menjawab kebutuhan anggota sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di rantau. Ke depan, IKM Jakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang produktif, mempererat silaturahmi, serta menjadi wadah yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh keluarga besar Minangkabau di ibu kota.

Buka Puasa Bersama DPC IKM se-Jakarta Barat Pererat Silaturahmi Antar Anggota

JAKARTA — Seluruh anggota Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Keluarga Minang (IKM) se-Jakarta Barat menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan ini dihadiri oleh para pengurus serta anggota IKM dari berbagai DPC di wilayah Jakarta Barat. Momentum buka puasa bersama tersebut menjadi ajang memperkuat hubungan kekeluargaan antar perantau Minangkabau sekaligus mempererat solidaritas organisasi. Dalam kesempatan itu, para anggota saling bertukar cerita, memperkuat komunikasi, serta meneguhkan komitmen untuk terus menjaga kebersamaan di dalam organisasi IKM. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi bagian dari budaya Minangkabau. Para peserta berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin, tidak hanya pada bulan Ramadan, tetapi juga pada berbagai momentum lainnya guna memperkuat persatuan dan kekompakan keluarga besar IKM di Jakarta Barat. Dengan terselenggaranya kegiatan buka puasa bersama ini, diharapkan hubungan antaranggota semakin erat dan IKM dapat terus berperan aktif dalam mempererat persaudaraan masyarakat Minangkabau di perantauan.

DPW IKM Jakarta Gelar Program Mudik Gratis 2026 untuk Perantau Minang

JAKARTA – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) Jakarta kembali menunjukkan kepeduliannya kepada para perantau Minangkabau dengan menggelar program Mudik Gratis 2026. Kegiatan sosial bertajuk “DPW IKM Jakarta Peduli – Satu Rindu, Satu Ranah, Satu Kepedulian” ini memberikan kesempatan kepada perantau Minang di Jakarta untuk pulang kampung ke Sumatera Barat tanpa biaya transportasi. Program mudik gratis ini diselenggarakan menggunakan armada bus dengan titik pemberangkatan dari Museum Satria Mandala, Jakarta. Peserta akan diantar menuju beberapa kota tujuan di Sumatera Barat, yaitu Padang (Masjid Raya Sumbar) dan Bukittinggi (Lapangan Kantin). Ketua DPW IKM Jakarta Moch. Yunaldi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat Minangkabau di perantauan agar tetap dapat merasakan kebahagiaan pulang kampung bersama keluarga. “Program ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian DPW IKM Jakarta kepada para perantau Minang. Kami ingin membantu masyarakat yang ingin pulang kampung agar dapat mudik dengan aman dan nyaman,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Pelaksana Mudik Gratis 2026 Zuriati, S.Kep., Ners., M.Kep., Ph.D menjelaskan bahwa pendaftaran dilakukan secara langsung (onsite) di Nasi Kapau Pangeran Mudo Rawamangun, Jalan Balai Pustaka Timur No. 771 H, Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Pendaftaran dibuka dalam dua tahap, yaitu: Gelombang I: Senin, 16 Maret 2026 Gelombang II: Minggu, 22 Maret 2026 Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia melalui nomor 0821-1705-210. Bendahara DPW IKM Jakarta Richard Erlangga menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya perjalanan para perantau sekaligus mempererat tali silaturahmi masyarakat Minangkabau di rantau dan di kampung halaman. Melalui program Mudik Gratis 2026, DPW IKM Jakarta berharap semakin banyak perantau Minangkabau yang dapat kembali ke ranah untuk bersilaturahmi dengan keluarga serta memperkuat nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Minang. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan perantau Minangkabau tetap terjaga melalui berbagai kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. 🚍✨

Fadli Zon Ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Kebudayaan di Kabinet Merah Putih 2024-2029

Braditi Moulevey Rajo Mudo, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) sekaligus kader Partai Gerindra, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Dr. H. Fadli Zon, S.S, M.Sc, Datuak Bijo Dirajo Nan Kuniang atas pelantikannya sebagai Menteri Kebudayaan di kabinet Merah Putih 2024-2029.Braditi mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan Fadli Zon yang dianggap sebagai sosok penting di kalangan perantau Minangkabau. Selain sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang ( IKM), Fadli Zon juga dikenal aktif dalam politik nasional. Penunjukan Fadli Zon sebagai Menteri Kebudayaan, menurut Braditi, menunjukkan tingginya kepercayaan pemerintah terhadap kepemimpinan, integritas, dan kemampuannya dalam melestarikan kebudayaan Indonesia. Braditi berharap Fadli Zon mampu memajukan dan memperjuangkan budaya Minangkabau agar lebih diakui secara nasional.Braditi menambahkan, penunjukan Fadli Zon di Kabinet Merah Putih diharapkan membawa semangat baru dalam pembangunan kebudayaan nasional. Ia berharap Fadli dapat mengimplementasikan kebijakan yang mendukung pelestarian kebudayaan serta memperjuangkan kepentingan masyarakat Minangkabau di seluruh Indonesia. Braditi yakin Fadli akan menjalankan tugas ini dengan dedikasi dan integritas demi kemajuan kebudayaan Indonesia.Dukungan penuh dari IKM juga tercermin dalam ucapan selamat tersebut. organisasi ini melihat pelantikan Fadli sebagai momentum penting, baik dalam dunia politik maupun kebudayaan. Mereka berharap Fadli Zon dapat mengangkat budaya Minangkabau dan budaya nasional ke tingkat yang lebih tinggi.Di akhir pernyataannya, Braditi menyampaikan harapan dan doa agar Fadli Zon sukses menjalankan tugasnya sebagai Menteri Kebudayaan dan mampu membawa kebudayaan Indonesia, termasuk budaya Minangkabau, menuju kemajuan yang lebih besar.

Braditi Moulevey Rajo Mudo: IKM Dukung Usaha UMKM Kuliner Perantau Minang di Jakarta

dian anugerah dan braditi moulevey

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta, Bradity Moulevey Rajo Mudo tidak membutuhkan waktu lama menjalankan program kerja usai dirinya terpilih menjadi pimpinan organisasi perantau Minang tersebut. Terbaru, pria asal Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang berdomisili di Jakarta Timur (Jaktim) itu bertemu dengan Minangkabau Cuisine Specialty Chef, Dian Anugrah, Minggu (8/9/2024) siang. “Yang jelas pertemuan ini adalah bukti dari gerak cepat saya usai terpilih menjadi Ketua DPW IKM Jakarta, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan seluruh unsur perantau Minang yang ada di Jakarta,” kata Moulevey, Senin (9/9/2024) malamPertemuan pertama, kata Braditi Moulevey Rajo Mudo, dilakukan di Rumah Makan Sepiring Ayam Pop yang berada di Kalisari, Jaktim. Di sana, Moulevey melihat rumah makan yang dikelola oleh Dian Anugrah yang juga merupakan perantau di Minang. “Saya selaku Ketua IKM Jakarta yang terpilih akan mengagendakan untuk keliling Jakarta mengunjungi dan melihat langsung usaha UMKM kuliner anggota IKM,” katanya. Braditi Moulevey Rajo Mudo mengaku sangat terkesan dan tidak bisa menutupi rasa kebahagiaannya bisa bertemu dengan Dian Anugrah serta usaha kuliner yang dijalankan. “Rumah makan ini cukup unik, menyediakan bahan baku langsung dari Sumbar, namun dengan harga yang terjangkau. satu porsi ayam pop hanya dihargai Rp20 ribu dengan bahan baku premium dari Sumbar,” katanya. Melihat bisnis yang dilakukan Dian, Moulevey yang juga merupakan Politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu memastikan bahwa IKM serius membantu usaha kuliner dengan membuat lisensi rumah makan Padang. “Bahkan, di struktur kepengurusan, ada bagian yang menangani rumah makan Padang, saya sendiri langsung meminta ketersediaan Dian Anugrah membantu saya di DPW IKM Jakarta untuk mewujudkan mimpi tersebut,” katanya. Selain memastikan bahwa masakan Padang yang dibuat oleh restoran Padang diberikan lisensi. DPW IKM Jakarta, katanya, juga akan mengadakan seminar tentang bagaimana membuat masakan Padang yang sesuai dengan standar kebersihan, higienis dan halal sesuai peraturan pemerintah. “Target akhir, kami berharap semua rumah makan Padang yang benar-benar asli Padang di Jakarta bisa terdaftar mendapatkan lisensi dari IKM,” kata pria yang merupakan Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Kota Padang yang pertama tersebut. Sementara itu, Minangkabau Cuisine Specialty Chef yang juga pemilik dari Rumah Makan Sepiring Ayam Pop, Dian Anugrah mengatakan, dirinya sangat senang bisa bertemu dan bersilaturahmi secara langsung dengan Braditi Moulevey Rajo Mudo. “Pertama, saya mendukung penuh beliau sebagai Ketua DPW IKM Jakarta dan siap untuk membantu beliau dan berkontribusi di IKM,” katanya. Baginya, Braditi Moulevey Rajo Mudo sangat cocok untuk memimpin DPW IKM Jakarta karena beberapa alasan. “Pertama, jaringan Braditi Moulevey Rajo Mudo ini luas, dia punya akses ke semua lini yang sangat berperan dalam pengembangan UMKM perantau Minang yang ada di Jakarta,” katanya. “Beliau juga sangat dekat dengan siapapun dan tidak pernah melupakan adik-adiknya, di manapun itu, serta beliau orang yang sangat berpengalaman di organisasi,” sambungnya. Kemudian, kata Dian, sosok Moulevey bisa menjadi fasilitator dari pelaku UMKM Ranah Minang di Jakarta dengan membantu mengembangkannya di tengah persaingan yang cukup ketat. “Terutama untuk rumah makan Padang, Bang Levi saya fikir bisa untuk menjadikan kuliner asal Ranah Minang menjadi raja di Jakarta tanpa menghilangkan keotentikan atau cita rasa asli makanan itu sendiri,” katanya. Baginya, masyarakat Minangkabau memiliki kepribadian yang egaliter serta bisa berbaur dan menerima siapapun, termasuk dalam berbisnis. “Termasuk jika orang luar Minang membuat usaha kuliner Minang. Poin positifnya, makanan kita sudah dikenal dan meng-Indonesia lah, semua orang jadi tahu. Namun, kita juga harus memikirkan jangan sampai makanan asli Minang ini kehilangan cita rasa aslinya itu tadi,” katanya. Untuk itu, katanya, peran IKM untuk menata ulang pelaku UMKM dengan usaha masakan Minang sangat vital atau strategis. “Saya sudah mencontohkan bagaimana saya mendatangkan bahan baku seperti cabai, bawang dan bahan baku makanan lainnya itu 100 persen dari Sumbar, kemudian untuk pendukungnya seperti ayam, itu bisa dari sini. Tujuannya agar cita rasa khas Minang itu tidak sirna. Saya yakin, di tangan Braditi Moulevey, semua bisa terealisasi,” tuturnya.

Sejarah Ikatan Keluarga Minang

Diawali dengan perjalanan yang panjang sampai berdirinya organisasi DPP IKM. Saya Nefri yang suka merantau dari satu daerah kedaerah lain selain hobi berkelana disebabkan juga dengan tuntutan pekerjaan saya yang mengharuskan saya berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam perantauan saya tersebut saya selalu bersosialisasi dengan masyarakat asal saya yaitu Minangkabau. Hampir disetiap perantauan saya menemui organisasi Minang. Dari suatu Provinsi ke Provinsi lainnya dari suatu kota ke kota lain nya hampir semuanya saya temui paguyuban organisasi Minang yang namanya Ikatan Keluarga Minang. Dan saya mulai berpikir kenapa tidak ada pusat nya, apakah tidak bisa disatukan organisasi ini dan sampai saya mulai menetap di Jakarta. Maka timbulah ide atau gagasan untuk bisa meyatukan organisasi IKM yang tersebar dari Aceh sampai ke Papua dalam satu wadah DPP IKM. Pada akhir tahun 2015 kami mulai kembangkan ide dan gagasan ini kepada teman-teman dan baru pada awal tahun 2016 saya mulai bergerak  kepada teman-teman diantaranya Bapak Nevorman, Bapak Dr. Lukman dan lain-lain. Pada bulan Februari 2016 kami bertiga mulai bergerak menemui tokoh-tokoh Minang di Jakarta untuk mendirikan organisasi DPP diantaranya yang kami temui adalah ketua DPD-RI Bapak Irman Gusman dan Bapak Fadlizon wakil ketua DPR-RI. Setelah itu perjalanan terus kami lanjutkan mengadakan pertemuan dengan ketua bakor-bakor dan tokoh-tokoh Minang lainnya dan kami juga menjalin komunikasi kepada pengurus IKM yang ada dari Aceh sampai Papua dan mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk IKM di daerah. Pada hari Sabtu, tanggal 6 Agutus 2016 diadakan pertemuan antara organisasi perantau kabupaten kota yang berasal dari Sumatera Barat yang terdiri dari 19 kabupaten kota Organisasi Perantau Minang yang ada asal Sumatera Barat, pertemuan diadakan di Matraman Jakarta Timur. Merantau merupakan tradisi masyarakat Minang turun temurun, disetiap daerah perantauan banyak orang Minang yang kita jumpai, dengan banyak orang minang disuatu daerah perantauan maka lahirlah perkumpulan-perkumpulan orang Minang yang disebut dengan IKM. Organisasi IKM sudah ada sejak dahulu. Organisasi IKM hadir disetiap daerah perantauan Minang karena ada keluarga-keluarga Minang disuatu tempat maka lahirlah atau tumbuh organisasi IKM untuk berkumpul orang Minang dirantau. Untuk mengembangkan perkumpulan keluarga Minang tersebut maka hadir IKM. Untuk mengikat keluarga-keluarga Minang yang ada disuatu perantauan maka lahirlah wadah yaitu organisasi IKM, organisasi IKM tumbuh dan berkembang disuatu tempat baik itu suatu kecamatan atau suatu kelompok-kelompok pasar. Dari hal tersebut terus berkembang di bentuk IKM ditingkat kabupaten kota, dan provinsi maka lahir yang namanya DPP IKM untuk menggabungkan IKM yang ada diseluruh Indonesia. Dengan adanya DPP akan bisa merapikan organisai IKM yang telah ada secara terstruktur dari tingkat bawah sampai ketingkat atas secara Nasional. Sekarang hampir diseluruh Indonesia sudah ada terbentuk IKM dan sesuai dengan tingkatnya masing-masing, seperti tingkat kelurahan dinamai DPRt, tingkat kecamatan dinamai DPC, tingkat kabupaten/kota dinamai DPD, tingkat Provinsi dinamai DPW dan tingkat pusat dinamai DPP. Sejarah singkat berdiri nya DPP IKM : Sekarang Organisasi IKM ini telah ada dimana-mana diseluruh Indonesia. Sebelumnya, organisasi IKM ini belum ada induknya atau belum ada pusatnya. Selama ini IKM berdiri sendiri-sendiri diseluruh Indonesia. Kalau kita lihat seolah-olah IKM sebelum ini istilahnya seperti anak ayam kehilangan induk karena belum tertata dan terkelola dengan baik. Berkaca dari sebelumnya, banyak ormas Minang seperti hidup segan mati tidak mau, ada juga ormas Minang setelah terbentuk dan sudah dilantik dan tertidur pulas sampai habis periodenya dan kembali terbangun setelah pemelihan pengurus baru kembali.  Beranjak dari hal tersebut maka lahirlah ide dan gagasan untuk membentuk DPP IKM guna meyatukan IKM-IKM yang ada diseluruh Nusantara. Maka dari itu kami IKM hadir untuk membawa perubahan yang lebih baik. Kita dirikan DPP IKM, kita buat mekanisme yang jelas, kita ciptakan tata kelola organisasi dengan baik dan benar seperti mengelola organisasi-organisasi bersekala Nasional dengan organisasi yang terstruktur dari pusat sampai ke daerah, mempunya DPP ditingkat Pusat, mempunyai DPW ditingkat Provinsi , mempunyai DPD ditingakat Kabupaten Kota, mempunyai DPC ditingakat Kecamatan dan ranting ditingkat Kelurahan. Dalam menjalankan organisasi sebesar IKM kita butuh tokoh-tokoh Nasional asal Minang yang bisa mengayonmi masyarakat , bisa untuk meyatukan orang Minang dirantau, dan bisa memberikan kontribusi pada IKM. Pada saat ini kita masih sangat membutuhkan para  pejabat-pejabat negara yang sedang menjabat sekarang ini baik di legislatif maupun di eksekutif asal Minang untuk bisa berbuat banyak kepada masyarakat perantau Minang untuk bergabung dengan IKM. Kita akan terus mengajak para tokoh-tokoh Nasional asal Minang yang belum bergabung untuk bisa bergabung dengan IKM supaya beliau bisa lebih banyak lagi memberikan kontribusinya kepada perantau Minang melalui IKM. Sumber : DPP Ikatan Keluarga Minang

IKM Merahkan stadion Pakansari Bogor demi Semen Padang FC

Braditi Moulevey

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jakarta ikut memeriahkan pertandingan lanjutan Liga 1 antara Semen Padang FC menghadapi Persis Solo yang dilaksanakan pada Minggu (29/4/2024) sore. Ketua DPW IKM Jakarta, Braditi Moulevey Rajo Mudo mengatakan, pihaknya memberikan 100 tiket kepada perantau Minang yang beruntung untuk menonton langsung pertandingan Semen Padang FC vs Persis Solo. “Perantau Minang Jakarta akan memerahkan Stadion Pakansari Bogor,” kata Braditi Moulevey Rajo Mudo, Jumat (27/9/2024) siang.Bagi perantau yang ingin menonton, katanya, bisa mendapatkan tiket dengan harga khusus bagi IKM, yakni sebesar Rp60 ribu di Tribun Utara dan Pintu Masuk (Gate) 3. Harga tersebut merupakan potongan Rp15 ribu dan disubsidi langsung oleh Ketua DPW IKM Jakarta asal Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) tersebut. “Mohon maaf, untuk tiket terbatas. Sementara 100 anggota IKM yang pertama mendaftar kami berikan harga khusus tersebut. Keterangan lebih lanjut bisa hubungi Doni di nomor: 0821-1380-0587,” kata Moulevey yang juga merupakan Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut. Pada kesempatan yang sama, Braditi Moulevey Rajo Mudo juga meminta seluruh perantau Minang, khususnya Jabodetabek untuk mendukung penuh (all out) ‘Kabau Sirah’ (julukan Semen Padang FC). “Sebagai orang Minang, kita harus mendukung tim ini agar bisa terus berlaga dan meraih hasil positif di setiap pertandingan,” katanya. “Saya juga sudah koordinasi dengan perantau Minang IKM Bogor. IKM Bogor menyatakan kesiapan mereka untuk datang meramaikan stadion Pakansari Bogor Sebelumnya, pertandingan Semen Padang FC vs Persis Solo sempat dilarang digelar dengan melibatkan penonton. Hal tersebut diungkap oleh Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade. Dalam video yang diposting di akun Instagram pribadinya, Andre menyatakan jika permasalahan tersebut bisa diselesaikan. “Untuk suporter Semen Padang FC, pada tanggal 29 September ini, PT LIB menunjuk Stadion Pakansari untuk menjadi kandang kita.” “Ini adalah pertandingan home pertama, dimana seharusnya bisa dengan penonton, tapi sedikit kendala, sehingga ada kemungkinan tanpa penonton,” ujarnya memulai video. Disebut Andre, Stadion Pakansari sejatinya belum diserahterimakan oleh Pemkab Bogor setelah direnovasi oleh Kementerian PUPR. Hal tersebut yang bisa membuat pertandingan Semen Padang FC kontra Persis digelar tanpa penonton. “Tapi, kami sudah koordinasi agar pihak PUPR merekomendasikan tim Kabau Sirah bisa bertanding dengan penonton.” “Kami juga telah meminta CEO Semen Padang FC, Win Bernadino bersurat agar bisa mengadakan pertandingan sebagai tuan rumah di Stadion Pakansari dengan dihadiri penonton,” kata Andre. Sebagai penasihat, anggota DPR RI Komisi VI ini juga sudah melakukan koordinasi dengan Kapolres Bogor, Direktur Intelkam Polda Jawa Barat dan Kementerian PUPR untuk memastikan pertandingan bisa dihadiri penonton. “Saya ingin nanti para suporter tim kebanggaan Urang Awak ini bisa ditonton bersama-sama lagi,” tuturnya. Sumber : Radar Sumbar

Jaringan

Pengurus IKM Jakarta

DPD IKM Jakarta

Contact

admin@ikmjakarta.id

© 2024 Dari Rantau untuk Ranah