Jakarta – Bundo Kanduang Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) DKI Jakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat dengan berpartisipasi dalam kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur, Relawan, serta Potensi Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan oleh LLHPB Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DKI Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung pada 2 Juni 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta tersebut diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, relawan, dan organisasi kemasyarakatan. Kehadiran para Bundo Kanduang dari berbagai biro di lingkungan DPW IKM DKI Jakarta menjadi wujud nyata kepedulian perempuan Minangkabau terhadap upaya pengurangan risiko bencana dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai mitigasi bencana, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta pentingnya membangun jejaring sosial yang kuat sebagai bagian dari sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Para peserta juga diajak untuk memahami peran strategis keluarga dan komunitas dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Bundo Kanduang DPW IKM DKI Jakarta menilai bahwa perempuan memiliki posisi yang sangat penting dalam membangun ketangguhan keluarga. Selain berperan sebagai pendidik pertama di lingkungan rumah tangga, perempuan juga menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan pengetahuan dan kesadaran mengenai kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, para Bundo Kanduang diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dan menularkannya kepada keluarga, komunitas, serta lingkungan sekitar. Dengan demikian, upaya pengurangan risiko bencana dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Partisipasi Bundo Kanduang DPW IKM DKI Jakarta dalam kegiatan ini juga menjadi refleksi dari nilai-nilai luhur budaya Minangkabau yang menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan gotong royong. Filosofi sakik samo mangadok, ringan samo dijinjiang serta saciok bak ayam, sadanciang bak basi menjadi landasan moral dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk bencana alam dan keadaan darurat lainnya.
Semangat solidaritas dan kepedulian sosial yang diwariskan dalam budaya Minangkabau tersebut dinilai sangat relevan dalam mendukung upaya penanggulangan bencana yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Melalui sinergi antara organisasi masyarakat, relawan, dan pemerintah, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih tangguh, siap, dan mampu menghadapi berbagai risiko bencana di masa depan.
Keikutsertaan Bundo Kanduang DPW IKM DKI Jakarta dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa perempuan Minangkabau tidak hanya berperan dalam pelestarian adat dan budaya, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat luas bagi kehidupan sosial kemasyarakatan.
(Humas DPW IKM DKI Jakarta)
Meta Deskripsi:
